Tiga Pekan Pasca-Banjir Aceh Tamiang: Desa Babo Masih Lumpuh, Listrik dan Sinyal Terputus

2026-01-12 05:45:30
Tiga Pekan Pasca-Banjir Aceh Tamiang: Desa Babo Masih Lumpuh, Listrik dan Sinyal Terputus
ACEH TAMIANG, - Tiga pekan setelah banjir bandang melanda wilayah hulu Sungai Aceh Tamiang, Desa Babo masih bergulat dengan sisa-sisa kehancuran.Permukiman warga luluh lantak, fasilitas publik belum berfungsi, dan kehidupan sehari-hari berjalan dalam keterbatasan.Perjalanan menuju Desa Babo dimulai dari tenda pengungsian di Gampong Bundar, tak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa pagi.Menggunakan sepeda motor, Tim Kompas.com bergerak menuju daerah hulu Sungai Aceh Tamiang.Baca juga: Saat Tawa Menjadi Penguat di Tengah Gelapnya Pengungsian Korban Banjir Aceh TamiangSebelum banjir melanda, jarak tempuh menuju Desa Babo hanya sekitar satu jam perjalanan darat. Namun, pascabencana, banyak jembatan penghubung terputus.Jalur tercepat melalui Desa Sekerak lumpuh total, memaksa warga dan relawan memutar melalui wilayah Semadam menuju Perkebunan Pulau Tiga di Kecamatan Tamiang Hulu.Waktu tempuh pun membengkak menjadi lebih dari dua jam.Jalanan yang dilalui masih dipenuhi lumpur. Di beberapa titik, pengendara harus melewati jalan di sisi tebing yang longsor serta jembatan darurat dari susunan kayu./Tria Sutrisna Seorang warga mencuci di antaranya puing-puing rumah yang hancur, Selasa di Desa Babo, Aceh Tamiang.Sepanjang perjalanan, jejak kehancuran tampak jelas. Rumah-rumah warga rusak berat, kantor polisi dan puskesmas di wilayah Kecamatan Tamiang Hulu hingga Bandar Pusaka terlihat rusak dan belum kembali beroperasi.Kondisi yang lebih memprihatinkan terlihat saat memasuki Desa Babo. Sebagian besar rumah warga rata dengan tanah.Ruko-ruko yang masih berdiri hanya menyisakan dinding tanpa isi. Puing-puing bangunan bercampur lumpur tebal, menutup hampir seluruh sudut desa.Baca juga: Warga Aceh Tamiang Kibarkan Bendera Putih, Ini Respons Gubernur Mualem“Air sampai atap lantai tiga ruko ini. Enggak ada lagi yang bisa diselamatkan selain baju di badan,” ujar Tari kepada Kompas.com sambil menenteng pakaian yang diambil dari posko pengungsian di persimpangan Desa Babo, Rabu .Hingga pekan ketiga pascabencana, Desa Babo masih jauh dari kata pulih.Aliran listrik belum tersambung akibat banyak tiang roboh. Jaringan telekomunikasi pun belum berfungsi sama sekali, membuat warga terisolasi dari komunikasi luar.Ketersediaan air bersih juga masih sangat terbatas, meskipun bantuan logistik mulai berdatangan ke desa tersebut.


(prf/ega)