Tips Tampil Unik ala Desainer Harry Halim, Coba Tone-on-Tone

2026-01-13 00:21:52
Tips Tampil Unik ala Desainer Harry Halim, Coba Tone-on-Tone
JAKARTA, - Desainer Harry Halim menyebut permainan warna dan bahan sebagai kunci dalam menciptakan tampilan yang khas. Ia punya cara sendiri dalam memadukan busana agar terlihat elegan tapi tetap ringan.Kuncinya ada pada permainan warna yang serupa, atau yang ia sebut sebagai tone-on-tone.Baca juga: “Kalau saya, mix and match-nya (padu padannya) saya sukanya tone-on-tone. Sama kain. Cuman bedanya sedikit. Saya orang yang suka tone-on-tone color,” ujar Harry  usai show Spring/Summer Collection 2026 11/11 di The Brickhall Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa .Pendekatan ini memungkinkan seseorang untuk tetap tampil harmonis tanpa harus mengandalkan warna kontras. Dalam gaya tone-on-tone, jika satu warna utama dikombinasikan dengan gradasi yang berbeda sedikit, hasilnya bisa lebih muda atau lebih gelap. sehingga tetap menarik tapi tidak mencolok.Harry juga menjelaskan bagaimana ia bermain dengan kombinasi warna dalam kesehariannya. Permainan gradasi warna senada ini membuat setiap paduan busana Harry Halim tampil selaras. “Kalau green (hijau), green. Green tone. Hitam ada campuran grey (abu-abu). Nude, nude juga. Nude tone-nya ada beda-beda. Ada yang kayak camel, ada yang kayak lebih ke tan. Camel tan (coklat muda). Nah itu saya suka banget itu. Dimainin, dicampur-campurin,” katanya.Baca juga: Perancang Busana dari Indonesia Harry Halim Berjaya di Paris /Aliyah Shifa Rifai Spring/Summer Collection 2026 dari Harry Salim yang digelar di Brickhall Fatmawati, Jakarta Selata, Selasa .Selain bermain warna, Harry juga senang memadukan elemen klasik dengan potongan kasual. Gaya ini menunjukkan pendekatannya terhadap busana yang menggabungkan unsur formal dan kasual dalam satu tampilan yang seimbang.“Dan saya juga suka sebenarnya kayak jas yang klasik gitu. Tapi dicampurin sama denim. Makanya tadi ada denim kan, koleksi denim. Ada juga kayak celana joging. Sebenarnya celana joging, tapi dipakai sama blazer,” jelasnya.Kombinasi ini menunjukkan bahwa busana formal seperti blazer tidak melulu harus dipasangkan dengan celana kain.Sentuhan kasual seperti denim atau jogger justru memberi kesan segar tanpa menghilangkan unsur yang menjadi ciri khas tailoring Harry Halim.Pendekatan semacam ini juga sejalan dengan arah mode modern yang kian menekankan fleksibilitas.Potongan klasik kini banyak diadaptasi untuk gaya sehari-hari sehingga tampil profesional bukan lagi berarti harus serba formal.Baca juga: Rekomendasi Warna Hijab Sesuai Undertone Kulit Menurut Fashion Teacher


(prf/ega)