Banjir-Longsor Sumatera: Korban Bertambah, Penanganan Berlanjut

2026-01-12 23:42:51
Banjir-Longsor Sumatera: Korban Bertambah, Penanganan Berlanjut
JAKARTA, - Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terus bertambah.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu , total 442 warga meninggal dunia dan 402 orang masih hilang.Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan, data tersebut merupakan akumulasi dari tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.“Per hari ini Aceh, Aceh korban jiwa jadi 96 dan 75 hilang ya,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Minggu malam.Baca juga: Korban Tewas Banjir Sumatera: 217 di Sumut, 96 di Aceh, 129 di SumbarDi antara tiga provinsi tersebut, Sumatera Utara menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 217 orang dengan 209 warga masih hilang.“Jadi, korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 jiwa ya, yang meninggal dunia. Kemudian 209 yang masih hilang,” kata Suharyanto.Ia menjelaskan bahwa sebagian besar korban ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan seiring operasi pencarian yang terus dilakukan di wilayah itu.Sementara itu di Sumatera Barat, korban meninggal mencapai 129 jiwa dan 118 orang masih hilang. Namun, Suharyanto menyebut situasi di provinsi tersebut mulai menunjukkan pemulihan.“Jadi, Sumatera Barat itu dibandingkan Sumatera Utara dan Aceh, sekarang sudah lebih pulih, sudah lebih pulih di hari ketiga ini. Apalagi sekarang sudah tidak ada hujan ya,” ucapnya.Jumlah pengungsi di 3 provinsi juga terus bertambah karena warga yang sebelumnya bertahan di pengungsian mandiri, kini berpindah ke pos-pos pengungsian resmi.“Jadi, masyarakat yang tadinya mengungsi mandiri ini masuk ke titik-titik pengungsian. Sehingga jumlah pengungsi ini juga bertambah,” ujar Suharyanto.Tangkapan Layar YouTube BPNB Kepala BNPB Suharyanto memberikan keterangan soal update pencarian korban dan penanganan bencana di Sumatera dalam konferensi pers, Jumat sore.BNPB memastikan proses pencarian dan pertolongan masih berlangsung di seluruh wilayah terdampak. Distribusi logistik juga terus dilakukan bersamaan dengan upaya pembukaan akses transportasi darat yang terputus.Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat memulihkan layanan dasar di daerah bencana.“Ada pemulihan listrik yang kita tadi langsung koordinasikan, penyediaan BBM, juga logistik. Tentu saja juga pemulihan beberapa jalur darat. Oleh karena itu, bantuan selain jalur darat juga lewat udara dan laut,” ujar Pratikno dalam konferensi pers.Dia menekankan, langkah percepatan tersebut dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh kekuatan nasional dikerahkan pada tahap tanggap darurat.


(prf/ega)