11 Jembatan Putus di Sukabumi Imbas Banjir Bandang, Dua Kanpung Terisolir

2026-02-03 12:38:05
11 Jembatan Putus di Sukabumi Imbas Banjir Bandang, Dua Kanpung Terisolir
SUKABUMI, – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Jawa Barat.Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, sebanyak 13 jiwa di Kampung Karikil terpaksa mengungsi setelah rumah mereka terdampak longsoran.Pusdalops BPBD mencatat sedikitnya tiga rumah warga terdampak tanah longsor. Satu rumah atas nama Mahpudin dilaporkan terseret longsoran, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian dapur serta tertimpa pohon kelapa.“Masyarakat kemudian mengungsi di mushola, majelis taklim, atau rumah sanak saudara mereka. Hal itu disebabkan kekhawatiran akan terjadinya longsor atau banjir susulan saat hujan turun kembali,” demikian keterangan tertulis Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi yang dikutip Kompas.com, Selasa .Baca juga: Wisatawan Tewas Setelah Terseret Ombak Laut SukabumiSelain tanah longsor, banjir akibat luapan sungai juga menghantam akses warga berupa jembatan.Sedikitnya 11 jembatan dilaporkan putus akibat terjangan banjir bandang.Rinciannya, tiga jembatan berada di Kampung Karikil, dua jembatan beton, serta enam jembatan kayu di Kampung Cigadog.Sekretaris Desa Bojongsari, Ujang, mengungkapkan bahwa putusnya jembatan membuat beberapa wilayah perkampungan terisolasi.“Yang terisolir di Kampung Cigadog RT 01 dan RT 02 RW 02, serta di Kampung Cipiit RT 04 RW 06,” kata Ujang dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com via WhatsApp, Selasa .Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa Sukabumi, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan PutusIa menambahkan, pihak desa telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan bencana, termasuk permohonan bantuan alat berat.“Saya lagi di Desa Bojongkalong komunikasi sama orang Dinas PU mengenai alat berat,” tutup Ujang.Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, bencana banjir dan tanah longsor tersebut tidak hanya menyebabkan rumah warga rusak dan jembatan putus.Satu mushola di Kampung Karikil serta sekitar 30 hektare lahan pertanian milik warga juga terdampak akibat bencana yang melanda Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-03 11:27