Ketika PPSU Jaktim Sulap Kolong Tol Becakayu Menjadi Kebun Sayur

2026-01-11 23:14:23
Ketika PPSU Jaktim Sulap Kolong Tol Becakayu Menjadi Kebun Sayur
JAKARTA, – Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, memanfaatkan aliran air hujan dari kolong Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) untuk menyiram lahan urban farming yang mereka kelola di kawasan tersebut.Di bawah kolong tol itu, area yang biasanya gelap dan tidak terpakai justru disulap menjadi lahan pertanian perkotaan.Beragam tanaman seperti sawi, kangkung, singkong, cabai, jagung, tomat, pisang, hingga pohon keras seperti tabebuya ditanam memanjang di bawah struktur jalan tol dan di tepi Kalimalang.Bedengan tanah tersusun rapi, dilengkapi jalur air yang menuntun limpasan hujan langsung ke area tanam sehingga penyiraman menjadi lebih efisien.Baca juga: Pramono Minta Lahan Urban Farming di Jakarta Dipertahankan dan Ditambah/Febryan Kevin PPSU sedang melakukan pembersihan lahan pertanian perkotaan di kolong tol Becakayu, Kamis .Kasie Ekonomi Pembangunan Kelurahan Cipinang Melayu Era Hotmauli menjelaskan, kawasan dari RW 01 Halim hingga dekat Jakarta Islamic School (JIS) Kalimalang kini dimanfaatkan sepenuhnya untuk pertanian."Ada 11.000-an meter persegi, kalau tidak salah ya, total semua ya, itu kan mulai dari RW 01 di daerah Halim sampai ujungnya itu di Jakarta Islamic School, JIS Kalimalang," ungkap Era saat ditemui, Kamis .Menurut Era, program urban farming ini berawal dari inisiasi TNI setelah pandemi Covid-19. Kala itu, kolong tol ditanami terong secara massal. Inisiatif tersebut kemudian dilanjutkan oleh kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).“Jadi awalnya itu ada dari TNI, memulai gerakan tanam itu loh, jamannya kita setelah Covid-19 ya, setelah kita Covid itu, di sini tanam terong semua,” jelasnya.Ia menuturkan, pada saat itu warga mulai mendapatkan hasil panen, sehingga Pemkot mengajak kelompok PKK untuk membantu menjualnya sebelum adanya program Pasar Tumbuh.“Kami ngajak PKK dulu, sebelum kita ada pasar tumbuh yang dari Pak Munjirin yang baru ini. Kami ngajak PKK biar dijualin tuh,” lanjut Era.Baca juga: Hasil Urban Farming Kolong Tol Becakayu Mulai Dijual, Raup Ratusan RibuHeru Setiawan (46), petugas PPSU yang mengelola sebagian area tanam, mengatakan parit-parit kecil yang dibuat di lahan sangat membantu dalam proses penyiraman."Kalau perawatannya khusus untuk yang di tempatku ya, di tempatku ini kebetulan aku memang memanfaatkan air hujan," ujar Heru.Ia mengaku faktor usia membuatnya sulit menyiram seluruh area secara manual setiap hari.“Karena mungkin di sini aku yang agak tua, umur usia. Karena memang dari ujung ke ujung itu aku nggak mampu,” lanjutnya.


(prf/ega)