- Berita yang mengungkap terduga sosok yang memerintah ormas untuk membongkar rumah Nenek Elina di Surabaya memuncaki daftar Populer Tren kali ini.Di bawahnya, ada rangkuman pemberitaan media asing soal tragegi pelatih Valencia hilang saat berlibur di Labuan Bajo.Artikel di kanal Tren Kompas.com yang paling banyak dibaca selanjutnya, yakni mengungkap cara 9 WNI di Kamboja akhirnya berhasil lolos usia disiksa lari 300 kali keliling lapangan futsal.Baca juga: [POPULER TREN] Girik, Petok D, dan Letter C Mau Dihapus | Rumah Nenek Elina Dibongkar OrmasUntuk lebih lengkapnya, berikut rangkuman daftar Populer Tren edisi Minggu hingga Senin pagi yang dapat Anda simak:Kasus pembongkaran paksa rumah milik Elina Wijayanti (80), seorang nenek asal Surabaya, memicu keprihatikan luas.Rumah yang telah ditempati Elina sejak 2011 di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, dibongkar hingga rata dengan tanah oleh sekelompok orang dari organisasi masyarakat (ormas).Dalam peristiwa itu, Elina juga mengalami kekerasan fisik dan luka di bagian hidung serta bibir saat dipaksa keluar dari rumahnya.Lantas, siapa yang memerintah ormas untuk bongkar rumah nenek Elina? Baca selengkapnya di siniSejumlah media internasional menyoroti peristiwa tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat .Insiden tersebut membuat pelatih klub LaLiga Spanyol, tim putri Valencia CF, Fernando Martin Carreras dan ketiga anaknya, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, serta Martines Ortuno Enriquejavier, hilang dan hingga kini belum ditemukan.Mereka bertandang ke Indonesia untuk berlibur ke Labuan Bajo. Lantas, apa kata media asing soal kecelakaan kapal wisata yang menyebabkan pelatih Valencia meninggal dunia?Baca selengkapnya di siniBaca juga: [POPULER TREN] Cerita Penumpang Pesawat Garuda Alami Turbulensi | Wilayah Berpotensi Hujan LebatSembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyekapan dan penyiksaan bos penipu daring (online scam) di Kamboja akhirnya berhasil kembali ke Tanah Air setelah melarikan diri dari tempat kerja mereka yang kejam.Para korban sebelumnya dipaksa bekerja sebagai scammer. Ketika dinilai tidak mencapai target, mereka menerima sanksi fisik ekstrem, termasuk dipaksa lari hingga 300 kali keliling lapangan futsal.“Mereka tidak sesuai target kerja yang ditetapkan oleh bosnya, sehingga diberikan sanksi,” ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Moh Irhamni, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat .
(prf/ega)
[POPULER TREN] Dalang Pembongkaran Rumah Nenek Elina | Media Asing Soroti Tragedi Pelatih Valencia
2026-01-11 03:50:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:39
| 2026-01-11 03:00
| 2026-01-11 01:58
| 2026-01-11 01:41










































