Pasien Kritis Meninggal di UGD yang Kosong, Kepala Puskesmas Sambas Disanksi SP 1

2026-01-11 22:00:59
Pasien Kritis Meninggal di UGD yang Kosong, Kepala Puskesmas Sambas Disanksi SP 1
SAMBAS, - Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, memberikan sanksi kepada Kepala Puskesmas Matang Suri, Andrian, setelah seorang pasien darurat meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tanpa mendapatkan penanganan yang memadai.Kepala Dinas Kesehatan Sambas, Ganjar Eko Prabowo, menjelaskan bahwa Andrian telah menerima Surat Peringatan (SP) 1 karena dinilai gagal dalam mengatur manajemen pegawai."Pemeriksaan internal menunjukkan hanya ada satu petugas berjaga saat insiden terjadi," ungkap Ganjar kepada wartawan pada Selasa .Baca juga: Temuan Mayat di Sambas Terungkap: Korban Pembunuhan, Dipicu Tuduhan Racuni AnjingMenurut Ganjar, sesuai dengan aturan yang berlaku, puskesmas yang memiliki layanan rawat inap seharusnya menempatkan dua petugas di setiap shift IGD.Pada saat kejadian, petugas yang ada sedang melaksanakan shalat Magrib, dan terdapat jeda sekitar tujuh menit ketika pasien datang.“Dengan dua petugas, pelayanan tetap bisa berjalan karena ada pergiliran,” tambahnya.Ganjar menegaskan bahwa penjatuhan SP1 merupakan tindakan administratif serta bagian dari pembinaan, dan ia menggarisbawahi pentingnya kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.Dalam evaluasi yang dilakukan, Dinas Kesehatan menyimpulkan bahwa petugas kembali ke IGD tidak lama setelah kejadian dan melakukan pemeriksaan, mulai dari nadi, tekanan darah, suhu, hingga EKG, namun korban sudah dinyatakan meninggal.Baca juga: Pembangunan Kelenteng di Sambas Diprotes Warga, Diduga Belum Kantongi IzinPeristiwa tragis ini melibatkan seorang warga bernama Eri Agus yang kolaps saat melatih timnya, Tekad FC, dalam pertandingan melawan Putra Mandiri FC pada turnamen Bang Lely Cup Seri IV di Lapangan Haji Yusuf, Sambas.Warga setempat kemudian membawa Eri ke Puskesmas Matang Suri, namun hanya beberapa menit setelah dibaringkan, nyawanya tak tertolong.Andrian, selaku Kepala Puskesmas Matang Suri, menjelaskan bahwa ia sebenarnya telah menjadwalkan dua petugas untuk berjaga.Namun, salah satu petugas pulang karena sakit tanpa izin resmi kepada pimpinan."Dia hanya izin kepada temannya, bukan kepada saya. Setelah shalat, petugas yang tersisa memeriksa dua pasien rawat inap. Pada saat itulah pasien datang, dan saat diperiksa sudah meninggal," jelas Andrian.Baca juga: IGD Puskesmas Kosong, Pasien Darurat Meninggal di SambasSebelumnya, sebuah video yang viral menunjukkan IGD Puskesmas Matang Suri dalam keadaan kosong saat pasien darurat datang pada Minggu .Warga yang mengunggah video tersebut, Harun, menyebutkan bahwa tidak ada petugas maupun ambulans yang tersedia, sehingga pasien meninggal.Rekaman ini memicu kemarahan publik dan sorotan terhadap kesiapsiagaan tenaga medis di puskesmas tersebut.


(prf/ega)