JAKARTA, – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat sejarah setelah menutup perdagangan Rabu di level 8.602,13. Indeks menguat 0,94 persen atau 80,24 poin dan menembus posisi tertinggi sepanjang masa.Pergerakan pasar relatif stabil sejak pembukaan di 8.533,88. IHSG bergerak dalam rentang sempit sebelum menguat tajam menjelang penutupan. Level terendah hari ini berada di 8.503,14.Aktivitas transaksi terlihat ramai. Volume perdagangan mencapai 53,98 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 26,68 triliun. Sebanyak 293 saham menguat, 365 melemah, dan 149 stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menembus Rp 15.741 triliun.Baca juga: IHSG Kembali Cetak All Time High, Energi Jadi Pendorong UtamaMayoritas sektor menguat. Energi menjadi penopang utama dengan lonjakan 2,34 persen.Basic industry naik 1,68 persen, sedangkan finance menguat 1,96 persen. Sektor infrastruktur, teknologi, cyclical, dan non cyclical juga bergerak positif.Dua sektor masih melemah yaitu transportasi yang turun 0,50 persen dan kesehatan yang terkoreksi tipis 0,06 persen.Di kelompok LQ45, Semen Indonesia (SMGR) mencatat kenaikan 16,08 persen dan menjadi penguat terbesar hari ini.Bumi Resources (BUMI) naik 10,17 persen, sementara EXCL menguat 4 persen. Pada sisi pelemah, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun 3,49 persen, disusul Surya Citra Media (SCMA) yang melemah 2,56 persen dan Unilever Indonesia (UNVR) yang turun 1,14 persen.Di tengah reli indeks, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penguatan IHSG tidak sekadar cerminan kondisi ekonomi saat ini.Menurut dia, kenaikan indeks mencerminkan ekspektasi investor terhadap arah kebijakan dan pembangunan yang dianggap semakin jelas.“Ketika investor merasa ekonomi yang baik dan program pembangunan ke depan lebih jelas, mereka akan berekspektasi pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat,” ujar Purbaya di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu .Baca juga: Purbaya Buka Suara Usai Eks Dirjen Pajak Diperiksa KejagungIa menekankan pasar modal selalu melihat ke depan.“Investor pasar modal kan forward looking. Orientasi ke depan. Mereka bisa hitung,” kata dia.Purbaya mengakui sebagian saham bersifat spekulatif, tetapi pergerakan indeks tidak mungkin mencapai level 8.600 tanpa sentimen optimistis terhadap perekonomian.Ia menambahkan fondasi kenaikan tetap bergantung pada kekuatan ekonomi riil.
(prf/ega)
IHSG Kembali Cetak Rekor, Purbaya: Investor Sudah Hitung Prospek Ekonomi ke Depan
2026-01-12 06:40:14
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:54
| 2026-01-12 06:36
| 2026-01-12 05:53










































