Kisah Rama, Pembalap Sleman Sukses di ETC Catalunya: Pernah Latihan Pakai Motor Pemotong Rumput

2026-01-12 05:04:58
Kisah Rama, Pembalap Sleman Sukses di ETC Catalunya: Pernah Latihan Pakai Motor Pemotong Rumput
YOGYAKARTA, - Lagu Indonesia Raya berkumandang di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol pada Minggu setelah pembalap muda asal Kabupaten Sleman Muhammad Kiandra Ramadhipa meraih podium 1 dalam European Talent Cup (ETC) Catalunya 2025. Rama -sapaan Muhammad Kiandra Ramadhipa- start dari posisi ke- 24, berhasil mengunci posisi pertama. Ibu dari Muhammad Kiandra Ramadhipa, Lusiana Yunita bercerita, jika Rama sudah mulai balap dari umur empat tahun."Rama itu balapnya dari umur empat tahun. Karena ayahnya sendiri dulu pembalap juga, jadi memang ikut ayahnya," ucap Lusiana Yunita saat ditemui dikediamanya, Pokoh, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Rabu . Pembalap yang saat ini berusia 15 tahun itu sering ikut dengan ayahnya, M Yuki Arafat yang seorang pembalap. Baca juga: Profil Veda Ega Pratama, Pembalap Muda Indonesia yang Kini Diincar Moto3 DuniaMenurut Lusiana, putranya itu memiliki rasa ingin tahu yang besar. Hal ini yang mendorong Rama mulai mencoba merasakan berlatih balap. "Anaknya itu ingin tahu, jadi memang ayahnya lebih ke ya udah dicoba. Ternyata anaknya ada progres-progres, terus sampai sekarang," urainya.Pembalap kelahiran 4 Desember 2009 ini dilatih langsung oleh sang ayah, dalam sepekan bisa latihan lima sampai enam kali seusai pulang sekolah.Rama memulai latihan balap dengan motor bermesin pemotong rumput. Sebab saat itu, tubuh Rama tergolong kecil. "Mungkin bapaknya masih takut ya, karena dulu itu Rama kecil banget. Jadi masih, takut coba pakai mesin pemotong rumput, ternyata anaknya bisa," urainya. Lokasi latihan Rama pun tidak hanya di satu tempat. Rama meningkatkan kemampuanya dengan berlatih di halaman Stadion Mandala Krida Yogyakarta, sirkuit Boyolali, Sirkuit Mijen, Semarang hingga area Pasar Sapi, Siyono, Gunungkidul. Meski hari-hari disibukan dengan sekolah dan latihan, Rama tidak pernah sekalipun mengeluh atau merasa bosan dengan rutinitasnya. Baca juga: MGPA Buka Suara Soal Banyak Pembalap Jatuh di MotoGP Mandalika 2025"Rama itu tipe anak yang kalau sehari nggak gerak itu nggak bisa. Rama itu anak yang aktif, setiap hari latihan, jadi pagi sebelum sekolah itu dia sepedaan minimal 50 kilo. Pulang sekolah latihan," urainya. Kedua orangtua Muhammad Kiandra Ramadhipa selalu mengelar doa bersama di rumah, sebelum balapan dimulai. "Biasanya sebelum Rama mau berangkat, kita mengadakan pengajian. Jadi kayak bancakan," ucapnya.  Sebelum race, putranya juga selalu menghubungi melalui video call.  Hal itu juga dilakukan oleh Rama pada saat akan race di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol beberapa waktu lalu. Baca juga: Bertemu Marc Marquez, Prabowo Dorong Pembalap Muda RI Bisa Bertanding di MotoGP


(prf/ega)