ACEH TAMIANG, - Pemandangan tak biasa terlihat di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, Sabtu .Di bagian belakang kompleks pesantren, gelondongan kayu berukuran besar menumpuk hingga setara bangunan dua lantai setinggi kurang lebih 10 meter.Area belakang pesantren ini sebelumnya adalah kawasan asrama santri putra dengan kolam-kolam untuk ternak ikan dan perkebunan.Namun, area tersebut kini dipenuhi potongan kayu besar.Di antara tumpukan pohon tersebut, terdapat bangunan masjid asrama putra berkelir krem dengan kubah berwarna hijau yang masih kokoh berdiri.Baca juga: Rumah Hancur Disapu Banjir, Warga Lintang Bawah Aceh Tamiang Harap Bantuan Hunian SementaraDi sebelahnya, ruang-ruang belajar dan pondokan tempat para santri menginap juga baru berdiri, meski terkubur lumpur dan tumpukan kayu di bagian lantai satunya.Pengamatan Kompas.com di lokasi, sebagian kayu tampak terpotong rapi, sementara lainnya terlihat rapuh dan hancur akibat terbawa arus air yang deras.Ketinggian banjir di pesantren ini tergolong ekstrem.Jejak bekas lumpur dan air banjir pun terlihat di dinding dekat atap lantai dua bangunan setinggi kurang lebih 10 meter.Beberapa gelondongan kayu bahkan tersangkut hingga ke atap bangunan satu lantai.Kepala Pelaksana Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang, Mulkana, mengatakan, banjir mulai terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.“Air yang naik awal itu masih jernih, memang murni kumpulan air hujan,” kata Mulkana saat ditemui di lokasi, Sabtu .Menurut dia, pada awalnya air banjir belum membawa material kayu. Namun, lama kelamaan air mulai meluap dan berubah menjadi lumpur.“Air kan sudah tinggi tuh, kita lihat, eh, kok ada kayu masuk pelan-pelan. Itu bertahap tuh, Bang. Kami lihat sendiri satu, dua. Itu kami masih logis,” ujarnya.Baca juga: Nasib Warga Aceh Tamiang: Setelah Banjir, Datanglah ISPA/Tria Sutrisna Situasi permukiman di Kota Lintang Bawah Aceh Tamiang, Sabtu . Sebagian besar rumah dan bangunan hancur akibat banjir.Jumlah kayu yang terbawa arus terus bertambah hingga menimbulkan kekhawatiran akan merusak bangunan pesantren dan rumah warga di sekitarnya.
(prf/ega)
Jejak Lumpur dan Gelondongan Kayu di Pesantren Aceh Tamiang: Lebih Tinggi dari Pohon Kelapa
2026-01-12 03:29:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:00
| 2026-01-12 03:43
| 2026-01-12 02:29
| 2026-01-12 02:22










































