Menjelang 2026, Aktivasi Akun Coretax Tembus 9,87 Juta Wajib Pajak

2026-02-02 00:42:55
Menjelang 2026, Aktivasi Akun Coretax Tembus 9,87 Juta Wajib Pajak
JAKARTA, -Direktorat Jenderal Pajak mencatat hampir 9,87 juta Wajib Pajak telah mengaktifkan akun Coretax hingga 29 Desember 2025 pukul 15.58 WIB.Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli menjelaskan, angka tersebut mencakup 801.117 Wajib Pajak badan, 88.072 instansi pemerintah, serta 8.982.299 Wajib Pajak orang pribadi. Selain itu, terdapat 221 pelaku Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.Rosmauli menyampaikan, Wajib Pajak instansi pemerintah dan pelaku PMSE tidak memiliki kewajiban menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan.“Sampai dengan saat ini sudah sekitar 9.871.709 juta wajib pajak. Target kami sebenarnya sekitar 14 juta,” ujar Rosmauli usai ditemui di Kementerian Keuangan, Senin .Baca juga: Cara Aktivasi Akun Coretax di pajak.go.id untuk Lapor SPT Pajak 2025Target aktivasi akun tidak berhenti di akhir tahun. DJP tetap mendorong peningkatan jumlah aktivasi hingga periode pelaporan SPT Tahunan.Mulai 1 Januari 2026, DJP akan menggunakan sistem Coretax untuk pelaporan SPT. DJP menilai periode pelaporan SPT Tahunan menjadi momentum penting untuk mendorong partisipasi Wajib Pajak mengaktifkan akun.Upaya percepatan juga melibatkan pemberi kerja. DJP mengimbau perusahaan mendorong pegawai melakukan aktivasi akun Coretax.Dukungan kebijakan juga datang dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Rosmauli menyebut, Kemenpan RB telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 7 Tahun 2025.Baca juga: Menkeu Purbaya Siap Andalkan Coretax di 2026, Baru 7,7 WP Aktifkan AkunSurat edaran tersebut mengimbau seluruh aparatur sipil negara, termasuk calon pegawai negeri sipil, prajurit Tentara Nasional Indonesia, serta anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, melakukan aktivasi akun Coretax DJP.Proses tersebut mencakup permintaan dan validasi kode otorisasi atau sertifikat elektronik. Batas waktu ditetapkan hingga 31 Desember 2025.DJP berharap peningkatan aktivasi akun memperkuat basis data perpajakan. Sistem tersebut juga diharapkan mempermudah akses layanan digital, terutama menjelang pelaporan SPT Tahunan 2025.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-01 23:11