JAKARTA, — Pemerintah mendorong penerapan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) secara lebih luas guna memastikan kebijakan pembangunan mampu beradaptasi dengan ketidakpastian global dan tantangan lintas sektor.Direktur Sistem dan Manajemen Risiko Kementerian PPN/Bappenas Prakosa Grahayudiandono mengatakan, pendekatan manajemen risiko akan menjadi fondasi penting dalam perencanaan menuju Visi Indonesia Emas 2045.Penerapan MRPN telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2023.Baca juga: Bappenas Ingatkan “Lingkaran Setan” Pertanian: Produktivitas Turun, Emisi Naik, Iklim RusakFREEPIK/FREEPIK Ilustrasi ekonomi hijau.“Kebijakan pembangunan bangsa ke depan perlu adaptif terhadap dinamika sosial, keuangan, dan kompleksitas masyarakat kita. Manajemen risiko tentu tidak bisa satu ukuran untuk semua, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan tiap sektor,” ujar Prakosa dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa .Menurut Prakosa, kemampuan adaptif menjadi kunci agar setiap sektor mampu menyesuaikan pendekatan risikonya dengan kondisi spesifik yang dihadapi.“Bisa jadi dengan kondisi keuangan, kompleksitas masyarakatnya, kemajemukan dan segala macam, itu kemudian bisa di-adjust sedemikian rupa, sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” tambahnya.Dalam kesempatan yang sama, Ketua Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) Dimas Syailendra Ranadireksa menekankan, kesadaran risiko tidak boleh dipandang sebagai sikap reaktif terhadap krisis, melainkan sebagai bagian dari perubahan pola pikir masyarakat yang lebih antisipatif.Baca juga: Bappenas Sebut 50 Persen Masyarakat Indonesia Belum Mampu Beli Makanan Bergizi Seimbang“Kalau di transportasi kita pakai helm dan sabuk pengaman, di kesehatan kita punya makanan rendah gula untuk mencegah diabetes, dan di ruang digital kita semakin sadar soal proteksi data. Semua itu contoh sederhana pendekatan pengurangan risiko,” ujar Dimas.Dalam konteks kesehatan publik, Dimas juga menyoroti pentingnya harm reduction atau pengurangan bahaya sebagai strategi pengendalian risiko yang realistis.
(prf/ega)
Bappenas: Pendekatan Risiko Jadi Kunci Adaptasi Kebijakan Pembangunan
2026-01-13 06:44:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:30
| 2026-01-13 05:58
| 2026-01-13 05:53
| 2026-01-13 05:39
| 2026-01-13 05:35










































