Pramono Akan Pecat Sopir Jaklingko yang Ugal-ugalan

2026-01-12 05:39:30
Pramono Akan Pecat Sopir Jaklingko yang Ugal-ugalan
JAKARTA, -  Meningkatnya keluhan penumpang terhadap perilaku sopir Mikrotrans Jaklingko membuat Pemprov DKI dan TransJakarta kembali meninjau kualitas layanan.Sebagian besar pengaduan berkaitan dengan pola mengemudi yang agresif dan sikap sopir yang dinilai kurang profesional.Oleh karena itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI, Syafrin Liputo untuk mencopot sopir Mikrotrans atau Jaklingko yang berkendara secara ugal-ugalan."Yang seperti itu saya minta untuk ditertibkan," kata Pramono dikutip dari keterangan resmi, Minggu . Pramono menegaskan, Dishub DKI telah diperintahkan untuk menertibkan para pengemudi Jaklingko sekaligus memberikan pelatihan guna meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.Baca juga: Puncak Honda Bikers Day 2025 di Garut, Diserbu Bikers se-Indonesia"Untuk sopir JakLingko yang ugal-ugalan, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk menertibkan dan melakukan pelatihan. Kalau mereka tetap melakukan hal yang sama, udah diganti aja," katanya. Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menegaskan, banyak warga yang ingin bekerja sebagai pengemudi Jaklingko. Karena itu, dirinya  tidak ingin tarif gratis pada layanan Jaklingko membuat para sopir bertindak seolah moda transportasi tersebut milik pribadi."Yang cari kerja di Jakarta juga banyak. Jangan sampai Jaklingko yang kemudian tarifnya gratis ini seakan-akan menjadi milik pribadi, kerja suka-suka, asal-asalan," tegasnya.Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo Armada Mikrotrans JakLingko di Terminal Grogol, Jakarta Barat Baca juga: Intip Keseruan Honda Culture Indonesia 2025Pramono juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai oknum sopir Mikrotrans yang kedapatan mengangkut keluarganya saat bertugas."Yang seperti itu saya minta untuk ditertibkan," pesan Pramono.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-12 13:05