Anggota DPR: Jangan sampai Warga Terdampak Bencana Merasa Ditinggal Pemerintah

2026-02-04 05:25:29
Anggota DPR: Jangan sampai Warga Terdampak Bencana Merasa Ditinggal Pemerintah
JAKARTA, - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mengingatkan pemerintah untuk terus menaruh perhatian kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).Salah satunya lewat penetapan status bencana nasional, yang dinilainya akan memberikan dampak positif terhadap psikologis masyarakat terdampak di tiga provinsi tersebut."Jangan sampai masyarakat yang terdampak bencana serta pemda merasa ditinggal oleh pemerintah hanya gara-gara terlambat menetapkan status bencana menjadi skala nasional. Ini penting untuk menambah kekuatan moril bagi mereka yang sedang terdampak bencana," ujar Sukamta lewat keterangannya, Senin .Baca juga: Basarnas Sebut 33.620 Orang Terdampak Bencana di Sumatera, Ini Rinciannya di 3 ProvinsiIa menilai, kerusakan dan jumlah korban yang diakibatkan dari bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar sudah layak untuk ditetapkan sebagai bencana nasional."Selain itu, masih banyak wilayah yang terisolasi dan belum bisa mendapat akses bantuan. Sebagian pemerintah kabupaten lumpuh tak berdaya untuk melakukan tanggap darurat bencana. Melihat situasi ini, sudah selayaknya pemerintah segera menetapkan sebagai bencana skala nasional," ujar Sukamta.Di samping itu, ia mendorong pemerintah untuk mengusut kerusakan hutan yang juga menjadi penyebab bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar."Pembiaran korporasi pelaku perusakan hutan akan berpotensi menimbulkan kerentanan terhadap keamanan dan mengganggu ketahanan nasional. Sudah banyak pihak menyuarakan hal ini, karena kerusakan hutan di berbagai lokasi terlihat nyata melalui citra satelit. Saya berharap pemerintah segera bertindak," ujar Sukamta.Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Bencana akibat Siklon Tropis di Selatan Sumatera, Jawa, Bali, hingga PapuaANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YU Warga melintasi jembatan alternatif yang menghubungkan Desa Blang Meurandeh di Desa Blang Puuk Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Minggu . Pasca putusnya jembatan gantung diterjang banjir bandang pada Rabu warga membuat jembatan darurat dari tali jembatan tersebut untuk jalur alternatif.Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan warga terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar menghadapi situasi tersebut seorang diri.Kepala Negara juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak bencana."Ini musibah, saya turut berduka cita dengan keluarga yang kehilangan. Dan saya berdoa, bapak-bapak, ibu-ibu, tabah, tegar. Percaya kita semua satu keluarga besar, kita tidak akan membiarkan saudara-saudara sendiri memikul beban," kata Prabowo saat berdialog dengan warga korban banjir di Kasai Permai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin .Baca juga: Banjir Sumatera, Anggota DPR: Akar Masalahnya adalah Kerusakan LingkunganPrabowo menambahkan, pemerintah Indonesia akan terus bekerja untuk kepentingan rakyat. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk saling membantu dan bersatu dalam menghadapi masa-masa sulit."Pemerintah RI adalah milik rakyat. Kita bekerja untuk rakyat, kita berbakti untuk rakyat, kita akan mengelola kekayaan negara supaya bisa membantu rakyat," ujar Prabowo."Marilah kita bersatu, sama-sama menghadapi masa susah. Yang penting, saya harus mengelola di pusat supaya kekayaan negara benar-benar untuk rakyat, supaya tidak ada kebocoran, tidak ada maling-maling yang mencuri uang rakyat," sambungnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-02-04 03:37