Data Korban Tewas Bencana Sumatera: dari Aceh, Sumut hingga Sumbar

2026-02-03 15:34:16
Data Korban Tewas Bencana Sumatera: dari Aceh, Sumut hingga Sumbar
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan update terkait korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir hingga tanah longsor yang menerjang 3 provinsi di pulau Sumatera. Korban meninggal dunia di Sumut capai 166 orang, Aceh 47 orang, dan Sumbar 90 orang.Data ini disampaikan saat konferensi pers Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Sabtu (29/11) sore kemarin. Selain korban meninggal dunia, ada pula korban yang sampai saat ini masih hilang.Berikut ini data korban meninggal dunia dan korban hilang di tiap provinsi per Sabtu (29/11) sore:BNPB menyampaikan data terbaru korban bencana banjir-longsor di wilayah Aceh. Terdapat penambahan jumlah korban meninggal dunia total menjadi 47 orang."Aceh per sekarang ada penambahan korban. Yang pertama untuk korban jiwa meninggal dunia ada 47, 51 masih hilang, 8 luka-luka," kata Kepala BNPB Suharyanto di akun YouTube BNPB, Sabtu (29/11/2025).Berikut rinciannya:Aceh Tengah: 16 meninggal dunia, 2 hilangBener Meriah: 12 meninggal dunia, 13 hilangAceh Tenggara: 7 meninggal dunia, 25 hilang, 5 luka-lukaPidie Jaya: 4 meninggal dunia, 4 hilangBireuen: 4 meninggal duniaGayo Lues: 2 meninggal, 4 hilangSubulussalam: 1 meninggal duniaLhokseumawe: 1 meninggal dunia, 3 hilangAceh Tamiang: 3 luka-luka Kemudian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan update terbaru mengenai korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut). Data terbaru ada penambahan korban tewas menjadi 166 orang."Sumatera Utara korban jiwa yang kemarin 116 jiwa sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia," kata Kepala BNPB Letjen Suharyanto saat jumpa pers secara daring, Sabtu (29/11/2025)."Artinya dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas," lanjutnya.Suharyanto menuturkan 143 orang hingga saat ini masih hilang. Jumlah tersebut berasal dari delapan wilayah terdampak di Sumut."Kemudian 143 jiwa yang masih hilang. Rinciannya banyak. Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, Papak Barat dan Mandailing Natal. Tidak ada perubahan Kabupaten/Kota yang terdampak masih 8," jelasnya. Selanjutnya, BNPB juga memberikan update korban banji di Sumatera Barat (Sumbar). Adapun jumlah korban meninggal akibat banjir di Sumbar sebanyak 90 orang."Untuk Padang meningkat, justru sekarang nomor dua yang meninggal dunia setelah Sumut korban jiwanya, ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, 10 luka-luka, ini tambahan yang meninggal dunia baru dilaporkan hari ini itu ada tambahan di Kabupaten Agam," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam jumpa pers, Sabtu (29/11/2025).Berikut rincian korban banjir di Sumbar:* Kabupaten Agam: 74 meninggal dunia, 78 hilang* Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang, 1 luka* Kota Padang Panjang: 7 meninggal, 3 luka* Kota Padang: 5 meninggal* Solok: 1 meninggal* Tanah Datar 2 meninggal, 1 hilang, dan 4 luka.Simak Video Update Bencana Sumatera: 303 Korban Tewas, 279 Hilang[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 14:46