SIKKA, - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak agar insiden kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat , diusut tuntas. Penyelidikan mendalam diperlukan untuk memastikan penyebab pasti tragedi tersebut.Ketua YLKI, Niti Emiliana, menegaskan bahwa keselamatan konsumen harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Apalagi Labuan Bajo telah menjadi wajah pariwisata internasional Indonesia."Perlu diusut tuntas apakah disebabkan oleh force majeure atau adanya kontribusi human error," ujar Niti Emiliana dalam keterangannya, Senin .YLKI mendorong adanya audit independen terhadap kelayakan teknis kapal wisata. Hal ini mencakup pengecekan izin operasional serta uji laik jalan yang seharusnya menjadi pondasi dasar keamanan transportasi laut.Menurut Niti, pelaku usaha jasa wisata dilarang keras memaksakan keberangkatan apabila kondisi cuaca tidak mendukung, meskipun permintaan kunjungan saat musim liburan sedang tinggi."Jangan sampai demand yang tinggi dapat menggadaikan keamanan dan keselamatan konsumen dalam berwisata," tegasnya.Ia juga menambahkan bahwa operator wajib memberikan informasi transparan mengenai cuaca. Jika pelayaran dibatalkan karena faktor alam, konsumen berhak mendapatkan pengembalian dana (refund) penuh atau penjadwalan ulang tanpa potongan biaya.Baca juga: Jasad Perempuan di Selat Padar Diduga Anak Pelatih Valencia, Korban KM Putri SakinahDokumen Basarnas Maumere Isteri dari pelatih Valencia, Mar Martines Ortuno saat berdialog dengan tim SAR gabungan di Pelabuhan Labuan Bajo, pada Minggu pagi. Selain aspek teknis, YLKI menyoroti tanggung jawab penyedia jasa terhadap para korban. Pelaku usaha wajib memberikan kompensasi atau ganti rugi atas kerugian yang diderita, termasuk memastikan klaim asuransi tidak berbelit-belit.Bagi konsumen yang selamat, pendampingan pemulihan trauma juga menjadi hak yang harus dipenuhi oleh penyelenggara wisata."Tingkat permintaan yang tinggi di sektor pariwisata menjadi poin penting bahwa perlindungan konsumen harus diperkuat. Ini harus menjadi refleksi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan," tandasnya.KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam pada Jumat malam sekitar pukul 20.30 WITA setelah mengalami mati mesin. Kapal yang mengangkut 11 orang tersebut sedang dalam perjalanan dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sebelum akhirnya karam dihantam gelombang.Baca juga: Percepat Identifikasi Korban KM Putri Sakinah, Polda NTT Gelar Pemeriksaan Antemortem
(prf/ega)
YLKI Desak Usut Tuntas Tenggelamnya Kapal KM Putri Sakinah di Labuan Bajo
2026-01-11 03:45:43
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:40
| 2026-01-11 03:22
| 2026-01-11 02:31
| 2026-01-11 01:39
| 2026-01-11 01:33










































