Malaysia Bakal Larang Penuh Vape pada Pertengahan 2026

2026-01-12 23:55:52
Malaysia Bakal Larang Penuh Vape pada Pertengahan 2026
KUALA LUMPUR, - Kementerian Kesehatan Malaysia menargetkan larangan penuh penggunaan rokok elektrik atau vape akan berlaku pada pertengahan 2026.Hal ini seiring meningkatnya kekhawatiran tentang dampak kesehatan dari rokok elektrik tersebut.Dikutip dari Straits Times, Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad mengatakan, pemerintah pada prinsipnya sudah menyetujui larangan produk vape."Ini bukan soal apakah kita melarang vape atau tidak, tetapi kapan. Keputusan untuk bergerak menuju pelarangan sudah dibuat di tingkat kabinet," kata Dzulkefly pada Senin .Baca juga: Menteri Malaysia Kunjungi IKN, Mau Investasi?Menurutnya, pemerintah telah menargetkan larangan itu akan berlaku pada pertengahan atau paling lambat akhir 2026.Dzulkefly menuturkan, kementerian telah melewatkan pembahasan tersebut pada rapat kabinet baru-baru ini.Akan tetapi, ia meyakini bahwa hal itu akan dibahas kembali pada awal tahun 2026."Kami menargetkan awal tahun 2026 untuk membawa kembali hal ini ke kabinet. Itulah jangka waktu yang sedang kami upayakan," ujarnya.Pemerintah pun mengungkapkan kekhawatirannya atas penggunaan cairan vape yang dicampuri zat berbahaya dan zat sintetis.Baca juga: Gegara Rok Pendek, Ibu dan Anak Korban Kecelakaan di Malaysia Ditolak Masuk Kantor PolisiBahan itu telah dikaitkan dengan psikosis akibat narkoba dan kondisi kesehatan mental serius lainnya."Saya telah diberi pengarahan sebelumnya tentang pasien yang mengalami psikosis akibat penggunaan narkoba karena penggunaan ganja sintetis dan zat-zat lain, beberapa di antaranya dikonsumsi melalui vaping," jelas dia.Dzulkefly menjelaskan, kasus-kasus seperti itu sudah dipantau oleh gugus tugas khusus yang bekerja sama dengan para ahli medis.Faktor gaya hidup, termasuk penyalahgunaan zat, merupakan salah satu kontributor utama tantangan kesehatan mental. Baca juga: Pengadilan Beijing Perintahkan Malaysia Airlines Bayar Kompensasi Rp 6,8 M kepada Keluarga Korban MH370Ia pun menggambarkan masalah ini sebagai multifaktor, tetapi kondisinya semakin mengkhawatirkan."Ini adalah realitas medis yang diakui dan hal ini memperkuat alasan untuk mengambil tindakan kebijakan yang tegas," katanya.Larangan produk vape juga sejalan dengan kebijakan kesehatan yang ada dan bukanlah perubahan arah yang tiba-tiba."Kebijakan dan prosedur operasi standar sudah ada dan telah berjalan terus-menerus. Yang kami lakukan sekarang adalah bergerak menuju titik akhir yang menentukan," pungkasnya.


(prf/ega)