H1 Operasi Lilin 2025, Korlantas Klaim Kecelakaan Lalu Lintas Turun

2026-02-01 19:48:11
H1 Operasi Lilin 2025, Korlantas Klaim Kecelakaan Lalu Lintas Turun
JAKARTA, - Pelaksanaan Operasi Lilin 2025 pada hari pertama (H1) diklaim mencatatkan hasil positif. Hal ini lantaran angka kecelakaan lalu lintas nasional mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama.“Pada hari pertama Operasi Lilin 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam keterangannya, Minggu .Berdasarkan data Satgas Kamseltibcarlantas, sepanjang Sabtu pukul 00.00 WIB hingga Minggu pukul 06.00 WIB, tercatat 53 kejadian kecelakaan lalu lintas.Baca juga: Kerikil Menempel di Alur Ban, Ini Risiko yang Perlu DiwaspadaiGAS2.org Ilustrasi kecelakaan lalu lintasJumlah tersebut turun drastis dibandingkan Operasi Lilin 2024 yang mencapai 443 kejadian, atau menurun sekitar 88,04 persen.Penurunan juga terjadi pada jumlah korban, di mana korban meninggal dunia tercatat 8 orang, jauh lebih rendah dibandingkan 68 orang pada periode yang sama tahun lalu.Korban luka berat menurun dari 49 menjadi 7 orang, sementara korban luka ringan turun signifikan dari 568 menjadi 70 orang.Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Otomotif (@kompas.otomotif)“Selama hari pertama Operasi Lilin 2025 tidak terdapat kejadian kecelakaan lalu lintas yang menonjol,” ujar Agus.Korlantas Polri mengungkapkan, kecelakaan pada H1 Operasi Nataru 2025 masih didominasi kendaraan roda dua dengan porsi sekitar 68 persen. Mayoritas kejadian terjadi di jalan non-tol, mencapai 88 persen, sementara ruas jalan tol tercatat nihil kecelakaan.“Kecelakaan paling banyak terjadi pada pukul 06.00–12.00 WIB dan 12.00–18.00 WIB,” kata Agus.Baca juga: Diskon Tarif Tol Nataru Dimulai Besok, Simak SyaratnyaKOMPAS.Com Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.Dari sisi penyebab, faktor manusia masih menjadi pemicu utama kecelakaan, terutama kegagalan menjaga jarak aman, ketidakpatuhan terhadap arus lalu lintas, serta pelanggaran manuver seperti berpindah lajur, berbelok, dan menyalip.Kondisi teknis kendaraan juga masih menjadi perhatian, khususnya pada sistem pengereman, kemudi, dan lampu.“Pelaku kecelakaan didominasi usia produktif, termasuk pengendara yang tidak memiliki SIM atau SIM tidak sesuai peruntukan, terutama pada sepeda motor,” ujar Agus.Secara update, volume arus keluar Jakarta pada H1 Operasi Lilin 2025 tercatat sebanyak 189.371 kendaraan, meningkat 9,20 persen dibandingkan Lalu Lintas Harian Rata-rata Normal (LHRN).Berikutnya, untuk arus masuk Jakarta mencapai 151.721 kendaraan, atau naik 4,08 persen dari kondisi normal.Baca juga: Waspada Angin Kencang, Pengemudi Wajib Perhatikan Batas Kecepatan di TolJika dibandingkan dengan H1 Operasi Lilin 2024, arus keluar Jakarta tahun ini meningkat 3,60 persen. Sebaliknya, arus masuk Jakarta justru turun 1,71 persen.“Data ini menunjukkan dominasi arus keluar Jakarta sebagai tanda awal pergerakan masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru,” kata Agus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-01 20:24