Jenderal Maruli: Tentara Tidak Boleh Berkhianat!

2026-01-13 13:08:27
Jenderal Maruli: Tentara Tidak Boleh Berkhianat!
JAKARTA, - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa seorang prajurit tidak boleh berkhianat terhadap sumpahnya sebagai tentara.Hal tersebut disampaikan Maruli saat memberikan pengarahan kepada prajurit, PNS, dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), dalam kunjungan kerjanya di Kodam II/Sriwijaya, Palembang, Rabu .“Yang penting kita semua Angkatan Darat harus kompak, tentara tidak boleh berkhianat, tegak lurus semuanya, apapun yang terjadi tegak lurus,” kata Maruli, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis .Jenderal bintang empat itu menekankan bahwa semangat dan kesetiaan terhadap bangsa menjadi fondasi kekuatan TNI AD.Baca juga: UU TNI Digugat Lagi ke MK, Apa yang Dipersoalkan?“Tidak usah ikut gosip-gosip segala macam. Kalau kita kompak semua, tidak akan ada apa-apa di Indonesia ini,” ujar dia.Maruli meminta anggotanya agar tidak terpengaruh oleh kabar miring tentang TNI.“Kita sudah komitmen jadi tentara. Kita yakini dan bangga beberapa tahun ke depan tentara akan semakin baik,” ujar Maruli.Dalam kesempatan ini, dia memastikan pimpinan TNI AD berupaya meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya melalui pembangunan serta renovasi rumah dinas dan rumah pribadi yang difasilitasi oleh Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan (BP TWP).Usai memberikan arahan, Maruli melanjutkan kunjungan kerjanya ke Asrama Militer Sekojo, Palembang.Di lokasi tersebut, dia meninjau hasil rehabilitasi 157 unit rumah dinas prajurit yang dilaksanakan melalui program swakelola TNI AD dan swadaya Kodam II/Sriwijaya, termasuk rumah dinas prajurit di wilayah Bangka.Pada kesempatan itu, Maruli secara simbolis menyerahkan kunci rumah dinas kepada penghuni, menanam pohon, dan meninjau kawasan urban farming “Taman Aspirasi Sekojo” yang mendukung operasional Dapur Sehat Badan Gizi Nasional.Baca juga: TNI Klaim Pasal yang Digugat di MK Bikin Militer Terkendali di Bawah SipilDia juga melakukan topping off pembangunan Poliklinik Medical Check Up (MCU) serta fasilitas rawat inap eksekutif di RS Tk II dr. AK Gani Palembang, sekaligus meninjau peningkatan sarana dan layanan kesehatan bagi prajurit, keluarga, dan masyarakat umum.Sebagai bagian dari kunjungan kerja di wilayah Kodam II/Sriwijaya, Maruli dijadwalkan menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 di Kodim 0404/Muara Enim, Kamis .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-13 12:13