Wilayah di Bandung Ini Berpotensi Longsor Susulan, Badan Geologi Minta Warga Mengungsi

2026-02-03 18:25:16
Wilayah di Bandung Ini Berpotensi Longsor Susulan, Badan Geologi Minta Warga Mengungsi
BANDUNG,  — Warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diminta segera mengungsi ke tempat lebih aman.Imbauan tersebut dikeluarkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusul potensi terjadinya longsor susulan akibat curah hujan yang masih tinggi.Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria menyatakan, kawasan tersebut masih dalam kondisi labil dan berisiko mengalami gerakan tanah lanjutan.“Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa serta kerugian harta benda yang lebih besar, masyarakat diminta segera menjauhi area rawan dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” ujar Lana dalam keterangannya, Senin .Baca juga: Badan Geologi Ungkap Penyebab Longsor Arjasari Bandung: Lereng Curam dan Curah Hujan TinggiLana juga mengingatkan tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) agar mengutamakan keselamatan personel.Ia menekankan agar petugas menghentikan pencarian saat hujan deras maupun sesaat setelahnya, karena lereng di sekitar lokasi masih berpotensi longsor.Untuk rumah-rumah yang rusak berat akibat tertimbun material longsor, Badan Geologi merekomendasikan relokasi permanen ke wilayah yang dinilai aman dari ancaman gerakan tanah.Lebih lanjut, pemerintah daerah didorong untuk memasang rambu-rambu peringatan rawan longsor dan menyiapkan jalur evakuasi di sekitar lokasi terdampak.“Patuhi seluruh arahan petugas dan lakukan pemantauan rutin agar potensi gerakan tanah dapat terdeteksi lebih dini,” kata Lana.Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat per 6 Desember 2025 pukul 13.00 WIB, bencana longsor di kawasan Arjasari mengakibatkan lima rumah rusak berat dan sekitar 100 rumah terdampak.Tiga warga dilaporkan masih tertimbun, satu orang luka-luka, dan sekitar 400 warga terpaksa mengungsi.Longsor tersebut diperkirakan merupakan jenis longsoran rotasional yang terjadi akibat kondisi geologi lereng yang curam, tanah pelapukan yang bersifat gembur, serta drainase permukaan yang kurang baik.Hujan deras dengan durasi panjang memperparah kondisi tanah sehingga mudah runtuh.“Pada zona ini, gerakan tanah dapat terjadi terutama di lereng yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan, atau wilayah gawir,” ujar Lana.Baca juga: Wakil Ketua DPR Janji Bangun Kembali Rumah Warga Terdampak Longsor di Arjasari BandungProses pencarian masih berlangsung setelah longsor melanda Kampung Condong pada Jumat akibat hujan deras. Empat rumah tertimbun material longsor.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-03 17:37
#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-03 16:59