JAKARTA, - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memproyeksikan total luas lahan padi yang terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera mencapai 60.000 hektar (ha).Kendati demikian, ia memastikan gangguan tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap produksi padi nasional hingga akhir tahun.Berdasarkan data dari Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras periode Januari-Desember 2025 diprediksi meningkat 13,54 persen menjadi 34,77 juta ton. Sampai November 2025 realisasi sudah 33,19 juta ton. Angka ini melebih target yang ditetapkan sebesar 32 juta ton.Baca juga: Cetak Sawah Korban Banjir Sumatera, Kemenkeu: Anggaran TersediaAmran menyebut laporan kerusakan lahan padi yang sudah masuk sejauh ini berasal dari Sumatera Utara (Sumut), dengan estimasi luas lahan terdampak mencapai 33.000-40.000 hektar.“Yang terlapor, yang kena dampak itu yang fix ya, Sumatera Utara. Pertama waktu saya datang itu 33.000, perkiraan 40.000 hektar,” ujar Amran saat ditemui di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis .Terkait nilai kerugian, Amran menyebut rata-rata kerusakan lahan padi diperkirakan berada di kisaran Rp 18-20 juta, meski ia tidak merinci perhitungannya. Angka tersebut menggambarkan kerugian petani akibat tanaman rusak dan gagal panen akibat tingginya intensitas hujan yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.“Ya kali-kali lah, katakanlah sekarang biaya kurang lebih 19-18 juta ya, 20 juta,” paparnya.Meski begitu, Amran menegaskan bencana tersebut tidak akan mengganggu produksi padi nasional. Menurutnya, meskipun total lahan terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diperkirakan mencapai 60.000 hektar, kontribusinya terhadap produksi padi nasional hanya sekitar 0,5 persen, atau kurang dari 1 persen.“Oh enggak, kecil. Kalau bayangkan totalnya nanti 60 ribuan hektar yang kena ya. Kalau 60 ribuan bagi 11 juta hektar, itu 0,5 persen, tidak cukup 1 persen,” beber Mentan.Mentan menegaskan persentase tersebut menunjukkan produksi padi nasional tetap aman.Baca juga: Nusron Wahid Minta Pengembang Stop Beli Sawah untuk PerumahanDari data BPS per 1 Desember 2025 melaporkan produksi padi di Provinsi Aceh sepanjang 2025 bisa mencapai 1.751.145,98 ton, Sumatera Utara mampu menghasilkan padi dengan volume 2.741.597,98 ton, dan Sumatera Barat sebesar 1.367.262,10 ton.Pemerintah saat ini terus memantau perkembangan di lapangan, mempercepat pendataan kerusakan, serta menyiapkan langkah pemulihan agar petani terdampak dapat segera kembali berproduksi.
(prf/ega)
Sawah Puluhan Ribu Hektar Terdampak Banjir Sumatera, Mentan Pastikan Produksi Nasional Aman
2026-01-11 14:40:12
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 13:40
| 2026-01-11 13:39
| 2026-01-11 13:08
| 2026-01-11 12:51
| 2026-01-11 12:49










































