BGN Bakal Verifikasi Ketat Kelayakan 8.471 Dapur yang Daftar Jadi Mitra SPPG BGN

2026-01-12 14:06:00
BGN Bakal Verifikasi Ketat Kelayakan 8.471 Dapur yang Daftar Jadi Mitra SPPG BGN
JAKARTA, - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya memastikan seluruh data usulan lokasi SPPG yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu untuk memastikan kelayakan fasilitas.BGN telah resmi menutup portal pendaftaran mitra SPPG setelah menerima lebih dari 8.471 usulan lokasi dari berbagai lembaga dan organisasi di seluruh Indonesia."Seluruh data yang masuk akan diverifikasi secara ketat oleh tim teknis BGN untuk memastikan kelayakan lokasi, kapasitas, dan kesesuaian fasilitas dengan standar operasional," ucap Sony dalam keterangan pers yang diterima, Kamis .Baca juga: Pendaftaran SPPG MBG Ditutup, BGN Terima 8.471 Usulan Lokasi DapurSony menuturkan, proses verifikasi ini akan dilakukan berlapis untuk menjamin transparansi dan akurasi penetapan mitra SPPG."Dari pemetaan awal, terdapat sejumlah usulan di wilayah yang sebenarnya sudah terpenuhi kebutuhan SPPG-nya," kata Sony.Karena itu, penyaringan dilakukan agar sebaran layanan gizi lebih merata di tiap daerah."Setelah tahap verifikasi selesai, kami akan mengumumkan hasil penetapan resmi mitra SPPG," jelas Sony.Baca juga: Menteri Roslan Sebut Proyek Sampah Jadi Listrik Bisa Kerja Sama dengan BGN buat Atasi Food WastePenutupan portal pendaftaran dilakukan untuk mengendalikan jumlah dan sebaran SPPG supaya tidak terjadi penumpukan di wilayah tertentu.Sony menegaskan bahwa BGN tetap membuka peluang kerja sama di masa mendatang, terutama bagi calon mitra di wilayah dengan kebutuhan layanan gizi yang belum terpenuhi."Tahap berikutnya akan dibuka kembali dengan mekanisme yang lebih terarah berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan nasional," ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-12 12:48