- Pemerintah Federasi Rusia memperkuat kerja sama pendidikan tinggi dengan Indonesia dengan menambah kuota beasiswa untuk mahasiswa, khususnya pada bidang sains, teknologi, rekayasa, dan energi nuklir.Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses studi luar negeri sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia Indonesia di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).Pada Senin Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendikti saintek) Stella Christie bertemu dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Tolchenov di Jakarta.Turut hadir Atase Kedutaan Besar Federasi Rusia di Republik Indonesia, Yulia Tomskaya dan Gleb Darchenkov, serta Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Maria Khionaki.Baca juga: Beasiswa PPTI BCA Batch 2 Buka hingga 31 Januari 2026, Ada Uang Saku dan Peluang KerjaSergei berkata kerja sama beasiswa antara Rusia dan Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir.“Tahun lalu Indonesia mendapatkan kuota 250 beasiswa Pemerintah Rusia. Karena pemanfaatannya optimal, kuota tersebut kami tingkatkan menjadi 300 kuota tahun ini dan kami berharap dapat meningkat lagi jika seluruh kuota ini dimanfaatkan dengan baik,” ujar Sergei, dikutip dari situs Kemendikti saintek, Selasa .Sergei menjelaskan, beasiswa tersebut mencakup komposisi sekitar 200 mahasiswa sarjana, 80 untuk magister, dan 20 doktoral.Hingga saat ini antusiasme tinggi pada beasiswa Rusia terlihat dari ribuan calon mahasiswa Indonesia yang telah mendaftar.Selain beasiswa reguler, Rusia juga menyediakan skema khusus melalui Russian State Atomic Energy Corporation (Rosatom) serta Russian Aluminium Company (RUSAL).Namun pemanfaatan kuota pada bidang nuklir masih perlu disesuaikan dengan jumlah kuota yang diberikan.Baca juga: Beasiswa PPTI BCA Batch 2 Buka hingga 31 Januari 2026, Ada Uang Saku dan Peluang KerjaFreepik Ilustrasi beasiswa kuliah di luar negeri.Maria Khionaki menuturkan Rusia menyediakan skema beasiswa khusus melalui ROSATOM, perusahaan negara Rusia di bidang energi nuklir, serta RUSAL, perusahaan aluminium global asal Rusia.“Beasiswa RUSAL menawarkan pembiayaan secara penuh dan akan dilaksanakan di Ural Federal University di Yekaterinburg. Kami juga menyiapkan berbagai materi informasi dan brosur agar mahasiswa Indonesia memahami keunggulan program ini,” jelas Maria.Ia menambahkan, pihak Rusia akan menyelenggarakan sosialisasi secara daring berupa presentasi langsung dari universitas di Rusia, guna memberikan gambaran akademik yang lebih jelas kepada calon pendaftar.Baca juga: Beasiswa Fulbright Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis ke Amerika, Cek SyaratnyaWamen Stella menyambut baik komitmen Pemerintah Rusia dalam memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Sebab sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat sumber daya manusia unggul.“Kami sangat mengapresiasi dukungan beasiswa dari Pemerintah Rusia. Ini selaras dengan visi Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Wamen Stella.Wamen menegaskan tantangan utama Indonesia saat ini bukan pada minat semata, melainkan pada diseminasi informasi yang belum menjangkau seluruh calon mahasiswa potensial, terutama mahasiswa STEM.Baca juga: Cek 14 Program Beasiswa di UMSURA untuk Tahun Akademik 2026/2027“Masalah utama yang kami hadapi adalah bottleneck informasi. Banyak mahasiswa yang belum mengetahui peluang ini, atau yang mendaftar justru bukan dari latar belakang STEM. Karena itu, kami akan memperkuat penyebaran informasi secara lebih terarah dan sistematis,” tambah Wamen Stella.
(prf/ega)
Rusia Tambah Kuota Beasiswa untuk Indonesia Jadi 300 Orang, Fokus Sains hingga Nuklir
2026-01-11 22:49:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:06
| 2026-01-11 22:55
| 2026-01-11 22:35
| 2026-01-11 22:00
| 2026-01-11 20:57










































