Sucor AM: Kenaikan Jumlah Investor Muda Sinyal Positif bagi Industri Reksa Dana

2026-01-12 13:50:59
Sucor AM: Kenaikan Jumlah Investor Muda Sinyal Positif bagi Industri Reksa Dana
JAKARTA, - Sucor Asset Management (Sucor AM) menilai peningkatan jumlah investor muda sebagai sinyal positif bagi perkembangan industri reksa dana.Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor reksa dana per September 2025 mencapai 17,6 juta investor dengan sekitar 54,2 persen merupakan investor berusia di bawah 30 tahun.“Investor muda seperti Generasi Z maupun milenial awal merupakan kelompok usia produktif yang memiliki kebutuhan finansial jangka panjang yang semakin meningkat. Kehadiran mereka menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan jumlah pemegang reksa dana dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Investment Director Sucor AM Dimas Yusuf dalam keterangan tertulis, Rabu .Baca juga: Reksa Dana Kini Bisa Diakses dengan Modal Minimal Rp 10.000SHUTTERSTOCK/KINGN Ilustrasi reksa dana, investasi.Dimas mengungkapkan, kontribusi investor muda terhadap pertumbuhan jumlah investor di Sucor AM sangat signifikan.Dari total investor Sucor AM, sekitar 60 persen merupakan investor reksa dana berusia di bawah 30 tahun.Hal tersebut menunjukkan bahwa mayoritas basis investor Sucor AM berasal dari generasi muda, terutama Gen Z dan milenial awal.Investor muda, lanjut Dimas, cenderung memiliki opsi investasi reksa dana yang lebih banyak sehingga turut mendorong pertumbuhan dana kelolaan serta diversifikasi produk reksa dana secara keseluruhan.Baca juga: Reksa Dana Pasar Uang: Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, dan RisikonyaKarakteristik investor muda yang lebih sadar nilai (value-driven) mendorong Sucor AM untuk terus berinovasi.“Kami melihat peningkatan minat terhadap produk yang memiliki unsur filantropi, seperti Sucorinvest Anak Pintar, maupun produk dengan sustainability impact, seperti Sucorinvest Sustainability Equity Fund dan Sucorinvest Sharia Sustainability Equity Fund. Inovasi-inovasi ini menjadi cara kami menjawab preferensi dan kebutuhan generasi investor baru yang lebih peduli terhadap dampak sosial dan keberlanjutan,” sambungnya.


(prf/ega)