Pemulangan 16 Jenazah Korban Kecelakaan Bus Cahaya Ditanggung Pemprov Jateng

2026-01-12 15:04:54
Pemulangan 16 Jenazah Korban Kecelakaan Bus Cahaya Ditanggung Pemprov Jateng
SEMARANG, – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menemui keluarga korban kecelakaan tunggal Bus PO Cahaya Trans di exit Tol Krapyak, Kota Semarang, pada Senin pukul 00.30 WIB.Dia mengunjungi kamar jenazah RSUP dr Kariadi, Kota Semarang.Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Luthfi menjamin Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menanggung seluruh proses pemulangan korban meninggal.Baca juga: Daftar Identitas Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang, 16 Orang Meninggal DuniaMulai dari identifikasi, pengangkutan, hingga pengawalan ambulans sampai ke rumah duka masing-masing.“Langkah yang kita lakukan terkait dengan kecelakaan lalu lintas ini memang kewenangan kepolisian, tapi saya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk memastikan bahwa dari 34 penumpang, dengan 16 korban meninggal dunia, Pemprov menanggung semua, termasuk pengangkutan, identifikasi, dan pengawalan sampai ke rumah duka,” ujar Luthfi dalam keterangan tertulis, Senin.Baca juga: “Bus Langsung Nabrak Pembatas”, Kesaksian Kernet Bus Cahaya Trans Saat Kecelakaan di Tol KrapyakDia juga memastikan penanganan terhadap korban luka berjalan optimal, dengan melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.“Sebanyak 18 orang dilakukan perawatan. Dinas Kesehatan kita turun tangan langsung untuk membantu kegiatannya,” lanjutnya.Dok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Dia turut menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut.“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan duka yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan dikuatkan dan para korban mendapatkan husnul khatimah,” katanya.Lebih lanjut, kecelakaan bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV itu mengangkut 34 penumpang. Bus yang berangkat dari Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta itu diduga melaju kencang sebelum kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan, dan terguling.Saat ini, 16 orang dilaporkan meninggal dan 18 penumpang lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang. Antara lain RSUP dr Kariadi, Rumah Sakit Columbia Asia, dan RSUD dr Adhyatma MPH atau Rumah Sakit Tugu Semarang.


(prf/ega)