– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memastikan pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) tetap berjalan sesuai rencana, meskipun proyek tersebut tengah didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, KPK menangkap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dalam operasi tangkap tangan pada Jumat terkait dugaan jual beli jabatan.KPK juga akan mendalami dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Ponorogo, termasuk proyek MRMP.Baca juga: KPK Geledah Rumah Kerabat Bupati Sugiri Sancoko di Ponorogo Bawa Beberapa Koper BuktiKepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, menegaskan proyek MRMP sudah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan akan berlanjut hingga 2026."Pembangunan Monumen Reog Ponorogo ini tetap berjalan sesuai perencanaan. Progres maupun tahapannya sudah diatur dalam APBD 2026," ujar Judha saat ditemui di kantornya, Rabu .Pembangunan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Saat ini, tahap yang sedang berjalan adalah pembangunan main building atau bangunan utama berupa struktur patung dan kerangkanya. Sementara pada pertengahan 2026, pemerintah akan melanjutkan dengan cut and build untuk area parkir dan fasilitas pendukung lainnya."Sekarang progresnya sudah hampir selesai untuk struktur utamanya. Tahun depan kami lanjutkan pematangan lahan," jelas Judha.Baca juga: Kadis Pariwisata Ponorogo Ikuti Sidang Paripurna Saat Kantornya Digeledah KPKJudha menambahkan, pemerintah telah menyusun masterplan agar kawasan MRMP menjadi destinasi wisata unggulan Ponorogo. Selain monumen utama, kawasan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas umum (fasum) dan sarana penunjang wisata yang direncanakan dibangun pada 2026."Harapan kami, meskipun belum sepenuhnya jadi, kawasan Monorobo sudah mulai menggerakkan perekonomian warga. Tahun 2026 nanti kami fokus pada pembangunan fasilitas umum," katanya.Selain berfungsi sebagai ikon wisata, MRMP juga diharapkan menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Warga sekitar, yang sebelumnya bekerja sebagai penambang, kini mulai beralih menjadi pelaku usaha jasa wisata, seperti membuka warung, penginapan, hingga layanan wisata lokal."Transformasi masyarakat sudah mulai terlihat. Dari yang dulu bekerja di pertambangan, sekarang mulai beralih ke sektor wisata. Ini perubahan positif yang nyata," terang Judha.Baca juga: Jejak OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko: Dari Lokasi Penggeledahan hingga Barang BuktiTerkait kabar adanya pemeriksaan dari KPK, Judha menegaskan pembangunan tetap sesuai aturan dan tahapan yang berlaku.
(prf/ega)
Pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban Ponorogo Tetap Berlanjut Meski Diselidiki KPK
2026-01-12 03:16:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:49
| 2026-01-12 02:13
| 2026-01-12 01:36










































