Dorong Literasi Asuransi, Askrindo Perkuat Pemahaman Risiko Migas Hilir

2026-01-12 08:14:39
Dorong Literasi Asuransi, Askrindo Perkuat Pemahaman Risiko Migas Hilir
JAKARTA, - Operasional sektor energi dan migas hilir memiliki risiko tinggi, mulai dari kebakaran, kerusakan aset, hingga tuntutan hukum pihak ketiga. Namun demikian, masih banyak pelaku usaha yang belum memandang asuransi sebagai bagian penting dari strategi perlindungan keberlanjutan bisnis.Merespons hal tersebut, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggelar sosialisasi asuransi bersama Koperasi Pengusaha Nasional Minyak dan Gas Bumi (KOPANA MIGAS) untuk para pengelola SPBU dan SPBE, yang diawali dari wilayah Bandung.Baca juga: Askrindo Beri Pelindungan Asuransi Pengujung Taman Wisata Air di Yogyakarta SHUTTERSTOCK Ilustrasi migasKegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi risiko dan pemahaman atas perlindungan yang tepat bagi pelaku usaha migas hilir.Direktur Utama Askrindo, M. Fankar Umran, mengatakan pentingnya literasi asuransi bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor migas hilir. “Asuransi bukan sekadar produk, melainkan bagian dari strategi pengelolaan risiko untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang,” ujar Fankar dalam keterangan resmi, Selasa .Sementara itu, Regional Office Head Class II Bandung Askrindo Mohamad Wafdy menyampaikan, Askrindo menyiapkan solusi perlindungan sesuai karakteristik risiko migas hilir, mulai dari Property All Risk (PAR), Asuransi Gempa Bumi (PSAGBI), Liability (tuntutan hukum pihak ketiga), hingga Asuransi Uang (Money Insurance).Baca juga: Askrindo Beri Pelindungan UMKM Sektor KemaritimanSosialisasi juga membahas proses klaim yang mudah dan transparan agar persepsi asuransi bergeser dari sekadar biaya menjadi investasi perlindungan aset dan keberlanjutan usaha. Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menambahkan, pemahaman produk dan mekanisme klaim membantu pelaku usaha beroperasi lebih tenang dan fokus pada pengembangan bisnis. “Askrindo berkomitmen menghadirkan perlindungan yang relevan, klaim yang transparan, serta menjadi pelindung sektor strategis nasional, termasuk migas hilir,” ujar dia.


(prf/ega)