Sampah Sepekan Tak Diangkut Bikin Bau, Omzet Rumah Makan di Ciputat Merosot

2026-01-12 13:11:27
Sampah Sepekan Tak Diangkut Bikin Bau, Omzet Rumah Makan di Ciputat Merosot
TANGERANG SELATAN, – Pemilik rumah makan yang berada di seberang tumpukan sampah flyover Ciputat, Agus Warsojeniawan (57), mengakui pendapatan usahanya menurun sejak adanya tumpukan sampah.Pasalnya, tumpukan sampah tersebut tak kunjung diangkut selama satu pekan sehingga menimbulkan bau tak sedap. Hal ini membuat omzetnya menurun.“Sejak sampah enggak diangkut dan baunya menyengat, omzet langsung turun. Orang jadi enggan makan di tempat,” kata Agus saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu .Baca juga: Tak Diangkut Hampir Sepekan, Ini Penyebab Sampah Numpuk di Ciputat dan SerpongIa menjelaskan, sebelum tumpukan sampah mengganggu aktivitas usahanya, omzet harian rumah makan yang dikelolanya bisa mencapai sekitar Rp 3 juta.Namun, sejak kondisi tersebut, tepatnya satu Minggu yang lalu, pendapatan menurun cukup signifikan.“Biasanya bisa sampai Rp 3 juta sehari. Sekarang paling sekitar Rp 2,5 juta,” imbuh dia.Menurut Agus, bau menyengat dari sampah menjadi keluhan utama pelanggannya.Tentunya hal ini membuat kondisi sebagian pembeli memilih membawa pulang makanan, dibandingkan makan di tempat. Bahkan ada yang membatalkan untuk makan.“Banyak yang komplain karena bau. Akhirnya ada yang bungkus saja, ada juga yang enggak jadi makan,” kata dia.Selain bau, tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari juga memunculkan belatung, sehingga menambah ketidaknyamanan, khususnya bagi pelaku usaha makanan.“Belatung sudah mulai keluar. Kita jualan makanan, jelas terganggu,” ucap Agus.Baca juga: Tumpukan Sampah di Kolong Flyover Ciputat Hanya Ditutupi Terpal, Tak Kunjung DiangkutKondisi tersebut pun ia keluhkan bersama warga lainnya sehingga tumpukan sampah di kolong flyover Ciputat telah ditutup menggunakan terpal untuk mengurangi bau.Namun, menurut Agus, langkah tersebut belum menyelesaikan masalah utama."Ditutup saja, tapi sampahnya tidak diangkut," imbuh dia.Maka dari itu, Agus berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan mengangkut tumpukan sampah tersebut, bukan sekadar menutupnya dengan terpal.


(prf/ega)