Purbaya Incar Penerimaan Negara hingga Rp 6 triliun dari Pungutan Bea Keluar Emas

2026-02-01 19:24:49
Purbaya Incar Penerimaan Negara hingga Rp 6 triliun dari Pungutan Bea Keluar Emas
JAKARTA, - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan tambahan penerimaan negara Rp 2-6 triliun per tahun lewat penerapan bea keluar komoditas emas mulai 2026.Kemenkeu berencana memungut bea keluar dengan tarif 7,5-15 persen untuk empat jenis produk emas. Komoditas yang dimaksud meliputi emas dore bullion, serbuk atau granules, ingot atau cast bar, dan minted bars.“Saya lupa angkanya berapa triliun lah gitu. Rp 2-6 triliun,” ujar Purbaya saat ditemui di The Westin Jakarta, Kamis .Baca juga: Soal Penyidikan Kasus Mantan Dirjen Pajak, Purbaya: Biar Proses di Kejagung BerjalanIa menilai kebijakan ini bertujuan menambah pendapatan pemerintah sekaligus memetakan potensi penerimaan dari pertambangan emas.“Jadi selain untuk meningkatkan pendapatan pemerintah juga untuk melihat seberapa sih pendapatan emas kita sebetulnya. Jadi kita lihat nanti ada potensi income apa yang kita bisa dapet dari pertambangan emas,” ucapnya.Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menyampaikan aturan teknis pemungutan bea keluar akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Aturan tersebut saat ini memasuki tahap final.“Nah ini sudah melalui tahap harmonisasi dan ini akan segera kita undangkan untuk kemudian kita pastikan nanti di 2026 ini memberikan sumbangan bagi pendapatan negara,” ujar Febrio dalam RDP dengan Komisi XI DPR, Senin .Ia menjelaskan tarif bea keluar akan dibedakan berdasarkan tingkat pengolahan emas.Baca juga: Tolak Permintaan Pedagang, Purbaya: Saya Enggak Mungkin Buka Pasar untuk Barang IlegalProduk yang masih mentah atau minim proses dikenai tarif lebih tinggi, sementara produk hilir mendapat tarif lebih rendah untuk mendorong pengolahan di dalam negeri.Dalam rancangan PMK, produk dore emas dalam bentuk bongkah, ingot, atau batang tuangan dikenai tarif 12,5-15 persen.Produk granules juga masuk kategori tarif yang sama.Emas dalam bentuk cast bars dikenai tarif 10-12,5 persen. Untuk minted bars atau emas batangan hasil pencetakan dengan desain khusus, tarifnya berada di rentang 7,5-10 persen.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-01 18:51