KIDDLINGTON, - Rekaman drone mengungkap gunung sampah ilegal berukuran raksasa di lahan tepi Sungai Cherwell, dekat Kidlington, Oxfordshire, Inggris.Tumpukan sampah yang terekam dalam video Sky News itu membentang lebih dari 60 meter, dengan lebar sekitar 15 meter dan tinggi mencapai 10 meter. Total beratnya diperkirakan mencapai ratusan ton.Anggota Parlemen Partai Demokrat Liberal untuk Bicester dan Woodstock, Calum Miller, menyebut ini salah satu kasus pembuangan sampah ilegal terbesar yang pernah ia lihat.Baca juga: Gunung Everest Pakai Drone untuk Ambil Sampah, Pekerjaan 6 Jam Kelar 10 Menit“Lokasinya di dataran banjir dan menimbulkan tiga risiko besar: Sampah bisa hanyut ke saluran air, air hujan membawa racun ke dalam sistem air, dan bahan kimia terurai yang bisa memicu kebakaran,” kata Miller, dikutip dari Sky News, Minggu .Menurut Miller, biaya pembersihan lokasi diperkirakan melampaui anggaran tahunan dewan lokal, yakni sekitar 25 juta poundsterling (Rp 550 miliar).Ia juga mempertanyakan kemampuan Badan Lingkungan Hidup Inggris (Environment Agency/EA) dalam menangani kasus ini.Miller menambahkan, lokasi pembuangan tersebut terletak di sisi jalan utama A34 yang menghubungkan Oxford dan Birmingham.Pihak kepolisian telah mengerahkan helikopter berkamera pencari panas, dan mendapati sebagian sampah sudah mulai terurai.Ia menduga aktivitas ini berkaitan dengan kelompok kriminal terorganisasi dan menyayangkan lambannya respons lembaga terkait.“Kekhawatiran saya adalah EA kekurangan sumber daya untuk menangani aktivitas kriminal dalam skala ini. Saya mendesak pemerintah bertindak,” ujarnya.Baca juga: Patung Kuno Dibuang Dekat Tong Sampah, Dimasukkan Plastik HitamSHUTTERSTOCK/MUHAMMAD ZAMRONI Ilustrasi sampah plastik di tempat pembuangan akhir (TPA).Laura Reineke, CEO organisasi lingkungan Friends of the Thames, menyebut lokasi tersebut sebagai bencana ekologi terbesar di perairan pedalaman Inggris.“Tempat pembuangan sampah ini bukan hanya bencana bagi spesies air tawar, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat. Kita tidak tahu bahan kimia apa ini, seharusnya sudah diuji,” katanya.Menurut Reineke, pihaknya telah mengetahui keberadaan pembuangan sampah ini sekitar sepuluh hari sebelumnya.Dia menilai kegiatan pembuangan dilakukan secara terorganisasi, dengan area yang dipersiapkan menggunakan alat berat dan sampah yang dicacah terlebih dahulu.Namun, ia menyoroti lemahnya respons dari Environment Agency. “Yang paling mengerikan adalah EA sudah mengetahui hal ini sejak 10 September dan tidak melakukan apa-apa. Ini kisah ketidakmampuan total,” ujarnya.
(prf/ega)
Gunung Sampah 10 Meter Ditemukan, Butuh Rp 550 Miliar untuk Bersihkan
2026-01-11 23:12:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:25
| 2026-01-11 21:29
| 2026-01-11 21:24
| 2026-01-11 20:59










































