BNN Soroti Ancaman Lonjakan Jumlah Narkotika Sintetis di Sidang Forum PBB

2026-01-12 03:47:13
BNN Soroti Ancaman Lonjakan Jumlah Narkotika Sintetis di Sidang Forum PBB
Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Suyudi Ario Seto membahas perkembangan implementasi tiga Konvensi.Ketiga konvensi adalah Internasional Pengendalian Narkotika, tren global narkotika sintetis, rekomendasi teknis WHO, dan dinamika geopolitik yang memengaruhi arah kebijakan narkotika internasional, dalam persidangan ke-68 The Commission on Narcotic Drugs (CND) yang berlangsung pada 4-5 Desember 2025 di United Nations Headquarters (PBB), Wina.Dia menjelaskan, dalam agenda pembahasan implementasi konvensi, UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) memaparkan lonjakan signifikan jumlah New Psychoactive Substances (NPS) secara global, dari 254 jenis menjadi lebih dari 1.400 jenis dalam satu dekade terakhir, termasuk 168 opioid sintetis yang telah terdeteksi.Advertisement"Tren ini selaras dengan meningkatnya peredaran designer precursors dan kelompok zat sintetis baru seperti nitazenes, yang kini menjadi perhatian utama negara-negara anggota," ujar Suyudi dalam keterangan terulis diterima, Selasa .Suyudi menegaskan, pentingnya kesiapan nasional dalam menghadapi ancaman narkotika sintetis."Indonesia memerlukan penguatan kapasitas laboratorium, sistem deteksi dini, dan standar toksikologi yang memadai guna mengantisipasi masuknya narkotika jenis baru, serta mendukung model class-based scheduling bagi zat sintetis berisiko tinggi," ucap dia.Suyudi menambahkan, melalui laporan yang dipresentasikan, WHO melalui Expert Committee on Drug Dependence (ECDD) merekomendasikan dua jenis nitazenes untuk dimasukkan ke Schedule I Konvensi 1961, serta MDMB-Fubinaca ke Schedule II Konvensi 1971. 


(prf/ega)