Beban Utang Kian Berat, Pemerintah Perlu Evaluasi Proyek Mercusuar

2026-02-04 13:32:58
Beban Utang Kian Berat, Pemerintah Perlu Evaluasi Proyek Mercusuar
JAKARTA, – Pakar ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Lukman Hakim, menilai beban utang Indonesia semakin berat jika dilihat dari berbagai rasio utang, meskipun secara nominal masih berada dalam batas aman.Menurut Lukman, indikator seperti debt service ratio dan debt income ratio menunjukkan tren peningkatan, yang menandakan kewajiban utang semakin menekan kemampuan fiskal negara. Kondisi ini otomatis mendorong lonjakan pembayaran bunga utang.“Kalau dilihat dari rasio utang seperti debt service ratio dan debt income ratio, itu semakin meningkat. Ini menandakan utang makin berat bagi Indonesia, dan otomatis pembayaran bunganya juga makin tinggi,” ujar Lukman saat dihubungi Kompas.com Selasa .Baca juga: PLN: Utang Terang, Listrik RedupMeski demikian, Lukman menilai posisi fiskal Indonesia masih relatif aman karena rasio defisit anggaran dijaga di bawah 3 persen, sebagaimana tertuang dalam Rancangan APBN (RAPBN).Namun, ia mengingatkan tekanan akan semakin terasa di tengah tren suku bunga yang tinggi.“Dengan semakin tingginya suku bunga, ruang fiskal pemerintah menjadi makin sempit. Karena itu, pemerintah perlu lebih kreatif dalam mencari dan meningkatkan sumber-sumber pendapatan negara lainnya,” jelasnya.Lukman menilai, salah satu langkah paling mendesak yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengevaluasi proyek-proyek yang dinilai tidak efisien.Ia menyoroti proyek infrastruktur berskala besar yang bersifat mercusuar, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).Menurut dia, alokasi anggaran seharusnya lebih diarahkan pada program-program yang mampu mendorong investasi produktif dan memberikan dampak ekonomi berantai yang kuat.“Lebih baik fokus pada program yang menumbuhkan kembali sektor pertanian dan industri, karena sektor-sektor ini punya linkages yang kuat, baik ke depan maupun ke belakang,” kata Lukman.Baca juga: Utang Masih Menumpuk? Coba 5 Strategi Ini agar Keuangan Lebih RinganIa menegaskan, penguatan sektor-sektor produktif tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan negara dalam jangka menengah-panjang, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah tekanan fiskal yang kian besar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 14:10