Kemenag Buka Opsi Pembelajaran Daring bagi Siswa Madrasah Terdampak Banjir Sumatera

2026-01-11 23:18:02
Kemenag Buka Opsi Pembelajaran Daring bagi Siswa Madrasah Terdampak Banjir Sumatera
- Kementerian Agama (Kemenag) membuka opsi pembelajaran daring bagi siswa lembaga pendidikan berbasis keagama seperti madrasah yang terdampak banjir di Sumatera.Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii mengatakan, proses belajar mengajar di lembaga pendidikan berbasis keagamaan harus tetap berjalan baik meski pasca-bencana."Khusus yang terkait dengan properti yang berada di bawah naungan Kemenag, kami ingin memastikan bahwa anak anak yang belajar di pondok, madrasah, tidak boleh kehilangan haknya untuk terus belajar," kata Romo dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin ."Dan kalau mungkin kondisi fisik dari pondok dan madrasahnya belum memungkinkan kami telah mengambil kebijakan bisa dilakukan kegiatan belajar mengajarnya secara daring," lanjut dia.Baca juga: Cek Daftar Pemenang Olimpiade Madrasah Indonesia 2025Romo menuturkan, pada tahap awal pihaknya melakukan langkah tanggap darurat terlebih dahulu terhadap para korban bencana banjir dan longsor di Sumatera.Fokusnya adalah bagaimana warga yang terdampak bisa menghadapi bencana, bisa bertahan dan tetap semangat menjalani kehidupan."Setelah itu, kita melakukan perbaikan-perbaikan properti, yang mengalami kerusakan," jelas Romo.Sebelumnya, Kemenag juga menyiapkan Rp 50 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membantu rehabilitasi fasilitas keagamaan di Aceh dan Sumatera.Baca juga: Daftar Pemenang Olimpiade Madrasah Indonesia 2025 Khusus Bidang Sains"Sebagai bentuk dukungan negara, Kemenag menyiapkan lebih dari Rp 50 miliar dari APBN untuk rehabilitasi fasilitas keagamaan yang rusak," ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam keterangan pers, Senin .Nasaruddin mengatakan, alokasi tersebut terdiri dari Rp 10,4 miliar dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Masyarakat Islam untuk membantu pemulihan 49 kantor urusan agama serta 61 masjid dan mushala.Menurut Menag, pemetaan terhadap kerusakan dilakukan secara detail, mulai dari madrasah, masjid, musala, hingga rumah ibadah lainnya.Baca juga: Kemenag Usul Madrasah Selain MAN IC Jadi Sekolah Garuda"Semua data sudah kami pegang dan terus kami update. Kami ingin memastikan layanan berbasis keagamaan kembali berjalan secepat mungkin. Ini tentang mengembalikan kehidupan masyarakat," ujar Nasaruddin.Nasaruddin menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata dalam membantu warga yang terdampak, terutama dalam pemulihan layanan keagamaan dan pendidikan.


(prf/ega)