– Kabupaten Kudus kembali menjadi tuan rumah event olahraga bergengsi bagi para atlet muda panahan yang berlangsung di SuperSoccer Arena pada Rabu hingga Sabtu . Turnamen Archery Challenge 2025 Seri 2 mencatatkan peningkatan signifikan, diikuti oleh 863 atlet muda yang berasal dari 25 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 151 Sekolah Dasar (SD), 12 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 47 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.Baca juga: Banjir Pantura Sayung, Mobil Pribadi dari Kudus ke Semarang Dialihkan ke KarangawenSeri kedua juga menambahkan kategori baru, yakni Nasional KU 15 putra dan putri dengan standar bow, selain empat kategori lain yaitu Nasional KU 12, Nasional KU 10, PVC KU 12, dan PVC KU 10, baik putra maupun putri.Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris yang hadir secara langsung, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kompetisi ini.Dia menilai, ajang ini lebih dari sekadar pertandingan karena menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan karakter bagi atlet muda yang sedang menapaki jalan prestasi.“Terima kasih kepada semua pihak, terutama Djarum Foundation yang telah mengadakan acara ini sebagai ajang bagi anak-anak kita untuk berkompetisi dan melatih diri, baik dalam rangka menjadi pelatih maupun atlet di masa depan," tutur Sam’ani dalam keterangan kepada , Senin .Pemerintah Kabupaten Kudus akan selalu mendukung proses pembinaan agar mereka menjadi atlet dengan kemampuan yang dapat dibanggakan dan bersaing di ajang nasional maupun internasional,” jelas dia menambahkan.Seiring dengan itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan seri kedua ini meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan seri perdana yang diikuti 428 atlet.Lonjakan jumlah peserta ini menjadi bukti nyata minat dan antusiasme atlet panahan muda yang terus tumbuh di Indonesia.“Kenaikkan jumlah peserta ini sangat bagus karena melampaui ekspektasi hingga lebih dari delapan ratus orang. Selain kuantitas, kami ingin menjaga kualitasnya juga. Kami ingin menjadikan ajang ini bukan hanya sebagai panggung kompetisi, tetapi sebagai wadah penting dari proses panjang regenerasi atlet panahan nasional. Melalui kesempatan bertanding yang terstruktur dan berkesinambungan, kami berharap dapat memajukan cabang olahraga ini, khususnya di Kudus dan Jawa Tengah sehingga nantinya para atlet dapat bersaing dengan atlet dari kota-kota besar seperti Semarang, Solo dan Yogyakarta,” ujar Yoppy.Yoppy menambahkan, sistem terbuka dan pembinaan konsisten memungkinkan olahraga panahan tumbuh populer di kalangan anak muda.Dukungan ini sejalan dengan kehadiran Abdul Razak, Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, yang menegaskan bahwa ajang ini menjadi barometer pertumbuhan kualitas dan jumlah peserta panahan nasional.“Kami sangat mendukung event-event yang diselenggarakan oleh MikLife dan Djarum Foundation ini, karena jumlah peserta terus bertambah. Tidak hanya dari Kudus dan sekitarnya, tetapi juga sudah ada dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Selain itu, kualitas para atlet muda juga menunjukkan perkembangan yang membanggakan, dapat dilihat dari adanya lonjakan skor dan kemampuan teknis dari tahun ke tahun," jelas Abdul Razak.Pertandingan Archery Challenge Seri 2 berlangsung sangat kompetitif. MI NU Banat Kudus tampil sebagai juara umum dengan total 6 medali, termasuk di sektor individu dan beregu. Kepala MI NU Banat, Faukhil Wardati, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi para atletnya.“Syukur kepada Allah dan kami sangat bangga kepada murid-murid. Mereka telah rutin dan tangguh berlatih keras. Terima kasih kepada bapak dan ibu guru dan juga para orangtua. Ini semua berkat kerja keras kita semua. Terima kasih pula kepada MilkLife dan Djarum Foundation yang telah memberi kesempatan dan wadah kejuaraan seperti ini kepada kami,” ujar Faukhil.
(prf/ega)
Kudus Jadi Pusat Talenta Panahan: Bupati Dukung Pembinaan Atlet Muda
2026-01-14 15:34:06
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-14 15:28
| 2026-01-14 15:12
| 2026-01-14 14:23
| 2026-01-14 13:49










































