Kamboja Tutup Perbatasan, Bentrokan dengan Thailand Masih Berkecamuk

2026-01-12 22:45:21
Kamboja Tutup Perbatasan, Bentrokan dengan Thailand Masih Berkecamuk
- Kamboja memutuskan menutup seluruh perlintasan perbatasan dengan Thailand hingga batas waktu yang belum ditentukan.Langkah ini diambil menyusul kembali pecahnya bentrokan bersenjata antara pasukan kedua negara pada Sabtu , yang menandai meningkatnya eskalasi konflik di kawasan perbatasan.Sebagaimana dilaporkan Independent, Minggu , keputusan ini diambil di tengah pertempuran intens di kawasan perbatasan Thailand dan Kamboja.Konflik kedua negara masih berkecamuk meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengklaim telah tercapai kesepakatan gencatan senjata.Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyatakan penutupan dilakukan demi alasan keamanan, menyusul situasi lapangan yang dinilai belum kondusif.Bentrokan dilaporkan terjadi sejak pagi hari, dengan masing-masing pihak saling menuding sebagai pihak yang memulai serangan.Baca juga: Klaim Trump Tak Digubris, Thailand Tingkatkan Serangan ke KambojaThailand dan Kamboja sama-sama membantah pernyataan Trump yang menyebut kedua negara telah sepakat menghentikan pertempuran.Pemerintah Thailand menilai klaim tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, secara terbuka menyatakan bahwa sejumlah pernyataan Trump keliru, termasuk penyebutan ledakan ranjau darat yang melukai tentara Thailand sebagai kecelakaan biasa.Thailand menegaskan insiden tersebut merupakan tindakan agresi yang disengaja, bukan kecelakaan.Sihasak juga mengungkapkan kekecewaan publik Thailand atas sikap Trump yang dinilai lebih mempercayai informasi yang tidak terverifikasi, meskipun Thailand merupakan salah satu sekutu tertua Amerika Serikat di kawasan.Sementara itu, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet hanya menyampaikan apresiasi atas upaya mediasi internasional tanpa menyebut adanya kesepakatan gencatan senjata.Baca juga: Sederet Fakta Konflik Kamboja dan Thailand: Klaim Damai Trump Dibantah, Perbatasan Memanas LagiReuters/Athit Perawongmetha via Aljazeera Tentara Thailand memberi hormat saat Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra mengunjungi Kompi Ranger 1202 di perbatasan Thailand-Kamboja di distrik Aranyaprathet pada 26 Juni 2025. Thailand dan Kamboja sepakat untuk gencatan senjata tanpa syarat setelah lima hari baku tembak yang menewaskan 36 orang.Bentrok skala besar terbaru dipicu insiden pada 7 Desember 2025 yang melukai dua tentara Thailand dan menggagalkan gencatan senjata sebelumnya yang disepakati pada Juli lalu.Gencatan senjata tersebut dimediasi Malaysia dan ditekan oleh Amerika Serikat melalui ancaman pembatasan fasilitas perdagangan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-12 22:19