JAKARTA, - Seorang remaja bernama Talita (17) mengaku pernah menjadi korban perundungan (bullying) saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).Namun, ia merasa dukungan penuh dari keluarganya membuat dirinya tidak mengalami trauma berkepanjangan."Kalau tidak salah aku SD pernah, lebih kayak diolok-olok. Tapi karena memang dari dukungan keluarga yang men-support seperti 'Enggak apa-apa, jangan terlalu diambil ke hati'," ucap Talita di kantor Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Selasa .Talita menuturkan, orangtuanya selalu mendorong dirinya untuk terbuka dan bercerita jika mengalami hal yang tak menyenangkan.Baca juga: Bullying Tak Selalu Bermula dari Sekolah, Pola Asuh Keliru Berpengaruh"Tapi karena memang orangtua aku selalu support dan aku diajak untuk selalu bercerita ketika ada suatu hal yang membuat aku tidak nyaman. Jadi, alhamdulillahnya aku tidak terlalu (trauma) ini," tuturnya.Namun, Talita mengungkapkan bahwa orangtuanya bersikap berbeda apabila perundungan sudah mengarah pada kekerasan fisik. Dalam kondisi tersebut, ia didorong untuk berani melapor."Tapi kalau memang bully-nya itu sudah melakukan kekerasan yang sampai memukul atau menyentuh fisik, aku disuruh untuk melapor ke orangtua," ungkapnya.Meski demikian, Talita menyebut orangtuanya bersikap tegas jika perundungan telah mengarah pada kekerasan fisik dan berpotensi membahayakan.Sebagai bagian dari Forum Anak Jakarta, Talita juga mengaku kerap menerima laporan terkait kasus perundungan.'Ya, untuk kami sendiri dari Forum Anak Jakarta, kami mendapatkan beberapa laporan mengenai bullying. Kami selalu mengoordinasikan juga dengan beberapa fasilitator dan kami juga berkomunikasi dengan dinas terkait," jelasnya.Baca juga: Pernah Jadi Korban Bullying, Aisyah Perlahan Bangkit Berkat OlahragaMenurut Talita, pelaku perundungan kerap berasal dari lingkungan keluarga yang tidak harmonis sehingga melampiaskan tekanan yang dialami di rumah kepada orang lain."Mungkin dari orangtuanya otoriter, jadi mereka mendapatkan kekerasan ataupun tekanan di dalam rumah. Sehingga ketika di luar atau di sekolah, dia melakukan pelampiasan kepada teman-temannya," jelasnya.
(prf/ega)
Cerita Talita Jadi Korban Bullying, Tekankan Pentingnya Dukungan Orangtua
2026-01-12 15:31:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:31
| 2026-01-12 15:23
| 2026-01-12 15:07
| 2026-01-12 13:36










































