Kesaksian Tim SAR Temukan Tiga Korban Banjir Bandang Saling Berpegangan Tangan di Agam

2026-01-12 05:08:08
Kesaksian Tim SAR Temukan Tiga Korban Banjir Bandang Saling Berpegangan Tangan di Agam
AGAM, - Lewat sepekan usai bencana Sumatera menerjang, Tim SAR terus berjibaku mencari korban hilang.Berikut salah satu potret perjuangannya menembus salah satu titik medan berlumpur dan kepungan puing banjir Palembayan, Agam, Sumatera Barat.  "Kalau perkiraan saya itu satu keluarga," ujar Hendra (30), salah satu anggota Tim SAR Bengkulu yang bertugas dalam pencarian korban hilang, ketika berbincang dengan Kompas.com di dekat lokasi, Sabtu .Hendra merupakan salah satu dari tim yang mengevakuasi tiga mayat yang terdiri dari satu pria dewasa, satu anak laki-laki, dan satu anak perempuan. Mereka diduga satu keluarga lantaran ditemukan saling bergandengan tangan.Sabtu sore itu, hujan deras turun membasahi Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia Induk, Palembayan. Hendra menjadi salah satu dari 21 anggota grup Bravo Tim SAR Gabungan Posko Tanjung Alam. Grup Bravo bertugas melakukan pencarian di Jorong Kayu Pasak. Per hari ini, proses pencarian dibantu eskavator lantaran tebalnya lumpur, banyak material berupa kayu yang hanyut bersama air, dan reruntuhan bangunan. Eskavator membantu untuk mengeruk lumpur dan memindahkan material.Tiga korban tersebut merupakan korban terakhir yang ditemukan pada Sabtu itu. Sebelumnya, ada dua korban lainnya yang ditemukan di Lorong Kayu Pasak. "Awalnya warga setempat kasih info kalau dia bilang mencium bau (mayat) saat mengambil papan," kata Hendra.Baca juga: Liza Kenang Dahsyatnya Banjir Bandang Agam: Orang Berteriak, Lari Semua/WAHYU ADITYO PRODJO Hendra (30), salah satu anggota Tim SAR Bengkulu yang bertugas dalam pencarian korban hilang akibat banjir bandang Palembayan, Agam, Sumatera Barat pada Sabtu . Hendra merupakan salah satu anggota tim yang mengevakuasi tiga mayat yang terdiri dari satu pria dewasa, satu anak laki-laki, dan satu anak perempuan. Mereka diduga merupakan satu keluarga lantaran ditemukan saling bergandengan tangan.Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh Hendra bersama timnya. Dari celah reruntuhan, ia dan anggota tim SAR Gabungan melihat ada tiga orang yang tertimbun material kayu dan seng di depan rumah tetapi tidak tertimbun lumpur."Yang pertama kami lihat dia kan posisinya kan telungkup. Punggung sama kepala anak itu yang terlihat," tambahnya.Posisi ketiganya tak menumpuk, tertelungkup sejajar dan saling berpegangan tangan. Pria dewasa berada di sebelah kanan, anak perempuan di tengah, dan anak laki-laki di sebelah kiri."Sejajar gitu. Sejajar itu. Jadi yang anak laki-laki ini megang bapaknya juga. Yang bapaknya ini tangan kanannya megang anak perempuannya," kata Hendra.Baca juga: Kisah di Pinggir Lapangan Sepak Bola, saat Anak-anak Korban Banjir Agam Pulihkan TraumaIa melihat tangan kanan anak laki-laki memegang tangan kiri anak perempuan. Sementara itu, tangan kanan anak perempuan menggenggam tangan kiri pria dewasa itu."Yang anak laki-laki tangan kanannya megang tangan kiri anak perempuan. Mungkin kakaknya ini. Ini kita dugaan ya. Diduga itu bapak dari dua anak itu. Itu laki-laki dewasa. Terus untuk kondisinya sudah 10 hari ya." ujar Hendra. Proses evakuasi kemudian dibantu eskavator. Reruntuhan dicoba disingkirkan. Tim SAR kemudian mengganjal seng atap agar proses evakuasi bisa dilakukan dengan cepat. Hendra menyebutkan, tak ada identitas dari para korban. Namun, ia memperkirakan anak laki-laki berumur enam tahun, anak perempuan berumur 8-9 tahun.Tim SAR kemudian mengevakuasi ketiga mayat dengan kantong jenazah. Proses evakuasi berlangsung dengan cepat lantaran jalur yang berlumpur sudah diletakkan kayu dan tak jauh dari jalan utama.


(prf/ega)