Bos Gresini Racing Cerita Soal Perlakukan Seksis di Paddock MotoGP

2026-01-12 06:47:24
Bos Gresini Racing Cerita Soal Perlakukan Seksis di Paddock MotoGP
JAKARTA, – Pemilik tim Gresini MotoGP, Nadia Padovani, buka suara soal pengalaman menghadapi sikap seksis sejak mengambil alih tim pada 2021.Padovani resmi memimpin Gresini Racing setelah suaminya, mantan pebalap dan pemilik tim Fausto Gresini, meninggal akibat Covid-19 pada awal 2021.Di tengah masa sulit itu, ia mengambil alih tim dan justru berhasil membawa Gresini berkembang menjadi salah satu tim paling kompetitif di MotoGP.Baca juga: Apa Benar Ban dan Kampas Rem Motor Listrik Lebih Cepat Habis?Sejak 2022, Gresini mampu meraih kemenangan bersama seluruh pebalap yang diturunkan. Bahkan tiga di antaranya yaitu Enea Bastianini, Marc Marquez, dan Alex Marquez menembus posisi tiga besar klasemen.Dok. Gresini Racing Alex Marquez mengunci posisi runner up dan Fermin Aldeguer sebagai Rookie of The Year pada MotoGP Malaysia 2025Pada 2025, Gresini mencatat empat kemenangan lewat Alex Marquez dan Fermin Aldeguer, serta finis runner-up klasemen dengan Alex meski memakai motor Ducati versi tahun 2024.Namun di balik deretan prestasi itu, Padovani mengaku masih harus berhadapan dengan sikap seksis di paddock yang memandang sebelah mata karena dia perempuan tapi berada di dunia "laki-laki."Padovani menyebut hal tersebut sudah muncul sejak hari pertama ia memimpin tim. Ketika ada sponsor yang mundur usai suaminya meninggal.“Banyak yang tidak, karena mereka memang dekat dengan Gresini. Tapi ada yang mundur. Seorang sponsor besar dari Asia Timur, yang seharusnya bergabung pada 2022," katanya dikutip dari Crash, Kamis .Baca juga: Komunitas Mercedes Gelar Turnamen Golf East vs West 2025 "Saat mereka tahu Fausto sudah tidak ada, mereka batal. Mereka tidak suka ide tim dipimpin perempuan. Itu pukulan berat,” ujarnya.AFP/LLUIS GENE Pebalap BK8 Gresini Racing, Alex Marquez (kiri), mengendarai motor di depan pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, dalam ajang MotoGP Catalunya 2025 di Sirkuit Barcelona-Catalunya pada 7 September 2025 di Montmelo di pinggiran Barcelona. (Foto oleh Lluis GENE / AFP)“Ketika mereka menarik diri, saya baru saja memberi Ducati persetujuan untuk motor. Malam itu saya tidak bisa tidur,” kata Padovani.Ia menambahkan, musim 2021 dipenuhi berbagai masalah kecil yang jika dikumpulkan terasa sangat melelahkan. Namun semuanya akhirnya bisa dilalui.Meski kini mendapat lebih banyak rasa hormat di paddock, Padovani mengaku masih menjumpai situasi di mana orang lebih memilih berbicara kepada staf laki-laki, seolah perempuan tidak bisa menangani topik teknis.Baca juga: Cara Mudah Bayar Pajak Kendaraan Atas Nama Orang Lain secara Online“(Itu terjadi) lebih jarang dari sebelumnya, tapi masih terjadi,” kata Padovani.AFP/SONNY TUMBELAKA Pebalap BK8 Gresini Racing, Fermin Aldeguer, beraksi dalam balapan MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika di Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada 5 Oktober 2025. (Foto oleh SONNY TUMBELAKA / AFP)“Awalnya saya merasa tidak enak, tapi sekarang saya tidak terlalu memedulikannya. Saya tahu apa yang sudah saya selesaikan selama bertahun-tahun mulai dari masalah teknis, situasi sulit, sampai konflik lama yang tak pernah dibereskan suami saya,” ujarnya.Padovani juga mengungkap bahwa ada sejumlah anggota tim yang tidak menerima posisinya.“Sebagian orang berkata, bahwa sebelumnya mereka selalu melakukannya seperti ini atau itu. Sikap seperti itu tidak cocok dengan saya. Saya tidak pernah mentolerirnya,” ujarnya.“Pria cenderung membuat banyak hal lebih rumit dari seharusnya. Kami perempuan lebih luwes. Menggabungkan pekerjaan, anak, dan dalam kasus saya, orangtua, membuat kami terbiasa menyelesaikan masalah dengan cepat,” katanya.


(prf/ega)