Polda Maluku Kerahkan Pesawat Cari 11 ABK KM Prima Makmur di Laut Banda

2026-01-12 08:50:11
Polda Maluku Kerahkan Pesawat Cari 11 ABK KM Prima Makmur di Laut Banda
AMBON, - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengerahkan pesawat Beechcraft 1900D milik Polri untuk membantu operasi pencarian 11 Anak Buah Kapal (ABK) KM Maluku Prima Makmur 03 yang hilang di perairan Laut Banda, Maluku.Pencarian melalui pantauan udara ini berlangsung pada hari kelima operasi pencarian, Selasa .Pencarian dengan menggunakan pesawat itu dipimpin Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Maluku, Kombes Pol Handoyo Santoso. Kepala Basarnas Ambon Muhamad Arafah juga ikut dalam operasi udara tersebut.Baca juga: Tim SAR Perluas Operasi Pencarian 11 ABK KM Prima Makmur 03 yang Hilang di Laut Banda“Saya perintahkan seluruh jajaran Polda Maluku untuk all out dalam pencarian korban KM Maluku Prima Makmur 03,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto kepada wartawan, Selasa.Selain melalui udara, Polda Maluku juga terlibat bersama tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian 11 ABK tersebut melalui laut.Baca juga: Kapal Terbakar di Laut Banda Maluku, 11 Orang Hilang“Pencarian dari udara, laut, dan darat harus berjalan terpadu. Koordinasi dengan Basarnas dan pihak terkait menjadi kunci. Semua sumber daya Polri saya minta dimaksimalkan,” ujarnya.Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Maluku, Kombes Pol Handoyo Santoso menyampaikan, pengerahan pesawat Polri dalam operasi pencarian tersebut untuk memperluas jangkauan pemantauan serta mempercepat proses identifikasi visual pada sejumlah titik pencarian.“Sesuai perintah Bapak Kapolda Maluku, area pencarian sudah dirumuskan secara terukur berdasarkan analisis arah angin dan arus. Kita harus bekerja disiplin, profesional, dan tetap memegang prosedur,” ujarnya.Operasi pemantauan dari udara tersebut berlangsung sekitar dua jam lamanya. Dalam operasi itu, pesawat lepas landas dari Bandara Pattimura Ambon melintasi perairan antara Pulau Ambon dan Pulau Seram dan kemudian menyisir peraiaran Laut Banda.Rute pencarian pesawat Beechcraft 1900D  juga terekam melalui pantauan Flightradar24. Setelah menyisir sisi barat Banda Neira, pesawat kembali melakukan track memanjang ke arah barat laut sebelum mengambil rute pulang menuju Ambon. “Seluruh jalur pencarian yang terekam mengonfirmasi bahwa area prioritas telah dipindai sesuai analisis arus dan angin yang ditetapkan tim SAR gabungan. Untuk operasi pencarian udara hari pertama hasilnya masih nihil,” ungkapnya.Handoyo menambahkan, usai operasi hari ini, tim akan melakukan evaluasi mendalam berdasarkan data meteorologi terbaru, termasuk arah angin, kondisi gelombang, dan arus bawah laut.Operasi SAR udara dan laut akan kembali dilanjutkan pada Rabu besok dengan pola pencarian yang disesuaikan.“Kami berkomitmen memberikan kepastian bagi keluarga. Operasi akan terus dilakukan sampai korban ditemukan,” sebutnya.KM Maluku Prima Makmur 03  terbakar saat sedang beroperasi di peraiaran Laut Banda Maluku Tengah pada Sabtu . Dalam insiden itu sebanyak 11 orang ABK termasuk nakhoda kapal dinyatakan hilang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-12 07:42