JAYAPURA, – Bupati Jayapura, Yunus Wonda menggelar pertemuan dengan seluruh tenaga medis, baik perawat, dokter umum, dokter spasialis, dan jajaran menajemen RSUD Yowari pada Senin . Pertemuan ini sebagai tindak lanjut atas kasus Irine Sokoy dan sang bayi yang diabaikan oleh empat rumah sakit sehingga pasien dan anak dalam kandungannya meninggal dunia.Bupati Yunus Wonda meminta kepada seluruh tenaga medis di RSUD Yowari untuk meningkatkan pelayanannya dan tak lagi menolak pasien yang dalam kondisi darurat. “Dengan peristiwa yang sudah terjadi, saya harap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Tidak boleh ada lagi penolakan pasien di rumah sakit ini,” katanya kepada wartawan usai pertemuan dengan para tenaga medis dan menajemen RSUD Yowari.Baca juga: Polisi Bantah Kabar Penyerangan RSUD Yowari Jayapura, Foto Hasil Rekayasa AI Ia berharap agar para tenaga medis yang bertugas lebih peka dalam melayani masyarakat yang datang dan tidak mengutamakan administrasi. “Ini bagian dari kepekaan kalian sebagai tenaga medis, jika ada pasien yang datang ke IGD itu artinya darurat antara hidup dan mati, sehingga harus segera ditangani. Jika di sini tak memiliki kelengkapan alat atau SDM, segera siapkan rujukan secepatnya sehingga tidak berlama-lama disini, karena semakin lama pasien ditahan maka semakin bahaya,” tuturnya. Mantan Ketua DPRD Provinsi Papua itu menyebut, kasus meninggalnya pasien Irine Sokoy dan bayinya harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan seluruh tenaga medis di rumah sakit agar meningkatkan pelayanannya. “Saya sebagai bupati merasa gagal menjaga dan melindungi masyarakat saya. Saya harap peristiwa ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Ke depan jika ada pasien darurat harus di tangani dulu, nanti administrasi dari belakang,” kata dia. “Saya juga minta agar pihak rumah sakit mengubah pola pelayanan. Saya tidak ingin masyarakat itu datang berjam-jam menunggu tanpa hasil yang jelas. Pelayanan di rumah sakit ini harus kita rubah dan mengutamakan masyarakat,” ucap dia.Baca juga: Klarifikasi 3 Rumah Sakit Jayapura atas Kematian Ibu dan Bayinya Setelah Dioper Sana-sini Untuk mencegah kejadian yang dialami oleh Irine Sokoy terulang, Bupati Jayapura mengeluarkan kebijakan bahwa semua ibu melahirkan di RSUD Yowari gratis. “Kebijakan yang kita ambil hari ini bahwa ke depan semua ibu yang melahirkan di RSUD Yowari gratis, tidak boleh ada pungutan biaya apapun. Untuk itu, pelayanan harus ditingkatkan dan memprioritaskan pasien yang dalam keadaan darurat," ujar dia. Selain meningkatkan pelayanan, bupati memerintahkan dinas kesehatan dengan RSUD Yowari untuk menambah dokter kandungan di RSUD Yowari, sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal. “Untuk saat ini dokter kandungan di sini (RSUD Yowari) hanya dua, jadi saya sudah perintahkan kepada ibu direktur rumah sakit untuk menambah dokter supaya kalau ada dokter yang tugas ke luar daerah, maka ada dokter lain yang standby untuk melayani pasien yang datang,” kata dia.Baca juga: Kisah Ibu Hamil Meninggal di Jayapura, Ditolak Rumah Sakit karena Tak Punya Biaya Rp 8 Juta untuk OperasiPasien Irine Sokoy dan bayinya meninggal pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIT setelah ditolak oleh empat rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura. Insiden ini berawal ketika Irine Sokoy yang merasakan kontraksi untuk melahirkan dibawa oleh keluarga ke RSUD Yowari untuk persalinan pada Minggu .
(prf/ega)
Insiden Ibu dan Bayi Meninggal, Pemkab Jayapura Gratiskan Melahirkan di RSUD Yowari
2026-01-12 04:57:37
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:34
| 2026-01-12 04:24
| 2026-01-12 03:44
| 2026-01-12 02:27










































