Kronologi Raibnya Dana MBG Hampir Rp 1 Miliar di Bandung Barat, Bermula dari Pesan Chat

2026-01-11 22:39:11
Kronologi Raibnya Dana MBG Hampir Rp 1 Miliar di Bandung Barat, Bermula dari Pesan Chat
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terpaksa dihentikan.Sebab, dana operasional hampir sebesar Rp 1 miliar mendadak hilang dari rekening lembaga SPPG. Di mana dana MBG semula mencapai Rp 1 miliar hanya tersisa Rp 12 juta.Raibnya dana untuk kebutuhan dapur MBG tersebut diduga karena penipuan digital melalui manipulasi data perbankan."Jadi kami tidak bisa beroperasi karena dana yang ada terkuras oleh penipu. Jelas ini kelalaian dari Kepala SPPG," ungkap Pemilik SPPG Pangauban, Hendrik Irawan, saat dikonfirmasi pada Senin , dikutip dari Kompas.com.Baca juga: Kasus Nampan MBG Palsu di Jakut, BGN: Ompreng Harus Terbut dari Stainless Steel 304Kejadian ini bermula ketika Kepala SPPG Pangauban yang berinisial MC menerima notifikasi pesan dari sistem BNI Direct yang meminta untuk mengganti kata sandi pada Kamis .Kemudian, MC menghubungi layanan chat resmi BNI melalui situs yang diyakini benar.Tak lama setelah itu, seseorang yang mengaku sebagai petugas BNI menghubungi MC dan mengirimkan tautan untuk mengganti kata sandi.Dalam komunikasi tersebut, MC juga dimintai sejumlah data penting terkait rekening institusi.Karena khawatir dana dibekukan, MC mengikuti instruksi tersebut tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.Baca juga: Sediakan 2.700 Porsi Per Hari, Ini Cara SPPG Polda Babel Cegah Keracunan MBGNahasnya, setelah itu, nomor pihak yang mengaku dari BNI tidak dapat dihubungi kembali.Selanjutnya, saat MC memeriksa saldo melalui akun BNI Direct, dana di rekening yang semula mencapai Rp 1 miliar kini hanya tersisa Rp 12 juta."Jadi kata akuntan, ahli gizi, dan pegawai lainnya itu sudah mengingatkan telepon itu jangan langsung dipercaya, khawatir penipuan. Tapi tidak didengarkan, akhirnya kejadian seperti ini," jelas Hendrik.Hendrik menyebutkan, pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Badan Gizi Nasional (BGN) dan diarahkan untuk membuat laporan resmi ke Bareskrim Polri.Baca juga: MBG India Jadi Role Model Indonesia meski Tak Diikuti Sama Persis Proses klarifikasi terhadap kasus ini sedang berlangsung, termasuk pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat."Jadi kami sudah melapor ke BGN dan meminta solusi baiknya bagaimana. Kami masih menunggu solusinya, untuk dapur tidak beroperasi karena tidak ada dana lagi,” tutup Hendrik.Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saldo Rp 1 Miliar SPPG di Bandung Barat Lenyap, Operasional MBG Dihentikan"


(prf/ega)