Saat Warga Gondoruso Lumajang Bahu Membahu Terjang Banjir Lahar Semeru

2026-01-13 23:14:52
Saat Warga Gondoruso Lumajang Bahu Membahu Terjang Banjir Lahar Semeru
LUMAJANG, - Rintik hujan masih terasa di aliran Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, saat warga nekat menerjang derasnya aliran banjir lahar hujan Gunung Semeru, Rabu . Suara gemuruh air masih terdengar keras di telinga, pertanda gelombang banjir masih cukup deras. Namun, warga Gondoruso tak punya pilihan selain menerjang derasnya banjir lahar. Sebab, hari mulai gelap bukan karena mendung, tetapi matahari perlahan mulai menghilang di ufuk barat.Baca juga: Detik-detik Menegangkan Sopir Truk Berhasil Keluar dari Banjir Lahar Gunung Semeru di Lumajang Para petani yang pulang dari sawah dan ladang memberanikan diri menerabas bahaya sambil memanggul hasil tanam hingga rumput untuk pakan ternak. "Mau pulang, kalau gak nekat nanti tambah malam, sapinya di rumah belum dikasih makan," kata Sobirin, warga Gondoruso di aliran Sungai Regoyo, Rabu . Melihat mulai ada yang berani melintas, para siswa yang awalnya menunggu di pinggir sungai, spontan melepas sepatunya dan nekat menyusul warga lain yang menerjang banjir. "Sudah nunggu lama mulai jam 2 tadi, kalau gak nekat takut malah gak bisa pulang nanti," ujar Dewi, salah satu siswi SMA di Gondoruso. Karena sudah banyak yang melintas, warga di sekitar sungai yang awalnya ragu, kini mulai berani menerjang banjir sembari menuntun sepeda motornya.Baca juga: Banjir Lahar Gunung Semeru Tak Halangi Cinta Bahrul Ulum Baru berjalan dua meter, derasnya arus membuat seorang bapak dan motor yang dituntunnya kurang seimbang. Akhirnya, warga lain serentak memberi pertolongan dengan cara mengangkat motor melintas aliran lahar. Salah satu warga kemudian berinisiatif mencari dua bilah bambu untuk digunakan menyebrangkan sepeda motor. Sambil bergurau, warga lantas berkelakar menawarkan jasa angkut menyebrangi aliran lahar. "Ayo sepuluh ribu sepuluh ribu, langsung diangkut sampai tujuan," kata warga disambut riuh tawa warga lain di sekitar sungai.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-13 23:54