JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis , setelah pada sesi sebelumnya ditutup naik 0,26 persen ke level 8.388,56.Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan, IHSG masih berada dalam fase penguatan sebagai bagian dari wave (iii) dari wave [iii].Kondisi ini membuka ruang bagi indeks untuk bergerak menuju area 8.487-8.539.Baca juga: IHSG Rebound Usai Dua Hari Melemah, Rupiah Masih Tertekan terhadap Dollar AS“IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.487-8.539. Cermati area 8.279-8.332 sebagai area koreksi berikutnya. Support: 8.332, 8.276 dan Resistance: 8.488, 8.532,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.Senada, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.310-8.410.“Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.310-8.410,” katanya.Menurutnya, sejumlah isu internasional mulai dari hubungan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok hingga pergerakan inflasi India memengaruhi arah pasar.Pasar global sempat diwarnai kekhawatiran setelah Tiongkok belum juga merealisasikan pembelian kedelai dari Amerika Serikat, meski kedua negara sebelumnya menyepakati komitmen perdagangan pada tahun pertama kerja sama.Tidak adanya pembelian ini menimbulkan kekhawatiran lanjutan di kalangan investor bahwa ketidakpastian hubungan dagang kedua negara dapat kembali meningkat.Tiongkok sejauh ini memang menahan pembelian kedelai musim ini, membuat sejumlah petani AS kesulitan karena hilangnya permintaan.Kondisi tersebut menjadi salah satu pemicu AS membuka ruang negosiasi baru dengan Beijing, sementara Tiongkok justru memanfaatkan momentum ini sebagai kartu tawar.Sementara itu, India mencatat inflasi merosot ke rekor terendah, turun dari 1,44 persen menjadi 0,25 persen.Penurunan tajam ini membuka ruang lebih luas bagi bank sentral India untuk memangkas suku bunga.Harga pangan bahkan masuk wilayah deflasi, turun 5,02 persen secara tahunan.Meski inflasi melandai, bank sentral India memperkirakan angka tersebut kembali menuju level 4 persen pada kuartal berikut.
(prf/ega)
IHSG Bakal Lanjut Menguat? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
2026-01-11 04:03:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:07
| 2026-01-11 02:46
| 2026-01-11 02:35
| 2026-01-11 02:27










































