Elite PDIP Nilai Tak Ada Urgensi Pembentukan Koalisi Permanen

2026-01-12 03:37:53
Elite PDIP Nilai Tak Ada Urgensi Pembentukan Koalisi Permanen
JAKARTA, - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Andreas Hugo Pareira menilai tak ada urgensi terkait pembentukan koalisi permanen.Menurutnya, usulan dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia itu tidak sesuai dengan realita politik.“Usulan seperti ini mengada-ada, tidak sesuai dengan realita politik, cenderung lebih bersifat kepentingan pribadi. Enggak ada urgensinya,” kata Andreas saat dihubungi, Selasa .Baca juga: Ajakan Koalisi Politik di Tengah Bencana SumateraDalam sistem presidensial di Indonesia, kata Andreas, tidak mengenal konsep koalisi permanen.Koalisi permanen dinilainya relevan terhadap negara yang pemerintahannya menerapkan sistem parlementer."Koalisi itu hanya ada dalam sistem parlementer. Dalam sistem presidensial yang ada adalah kerja sama antarpartai untuk mendukung pemerintahan presiden yang memenangkan pilpres. Artinya, partai berada di kabinet atau di luar kabinet," ujar Andreas.Selain itu, ia menjelaskan bahwa platform pemerintahan di Indonesia mengikuti gagasan yang disusun dan dikampanyekan oleh presiden."Platform pemerintahan adalah platform politik yang sudah disusun dan dikampanyekan presiden, bukan platform politik partai-partai yang menterinya ikut di kabinet," ujar Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu.Baca juga: Puan soal Usulan Koalisi Permanen: Urusan Politik Masih Jauh, Kita Sedang Berduka... Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat memberikan sambutan dalam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat malam.Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengusulkan terbentuknya koalisi permanen untuk mewujudkan stabilitas politik di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Usulan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat malam."Partai Golkar berpandangan Bapak Presiden, bahwa pemerintahan yang kuat dibutuhkan stabilitas. Lewat mimbar yang terhormat ini, izinkan kami menyampaikan saran, perlu dibuatkan koalisi permanen," ujar Bahlil dalam sambutannya."Jangan koalisi on-off, on-off. Jangan koalisi in-out. Jangan koalisi di sana senang, di sini senang, di mana-mana hatiku senang," sambungnya.Baca juga: PKS soal Peluang Koalisi dengan Demokrat pada 2029: Masih JauhMenurut Bahlil, Indonesia sudah harus memiliki prinsip yang kuat untuk meletakkan kerangka koalisi yang benar.Bahlil menegaskan, baik penderitaan maupun kegembiraan harus dirasakan bersama-sama."Kalau mau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau mau senang, senang bareng-bareng," tegas Bahlil.Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyampaikan salah satu keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.Baca juga: Bertemu AHY, Presiden PKS Jawab Peluang Koalisi dengan Demokrat di 2029Munas tersebut memutuskan agar Partai Golkar sepenuhnya mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menyampaikan, Partai Golkar merasa nyaman bekerja di dalam pemerintahan Prabowo."Tidak terasa sudah selama satu tahun Bapak Presiden memimpin negara ini. Sudah banyak program yang sudah tereksekusi, maupun yang akan dieksekusi. Program-program pro rakyat," ujar Bahlil.


(prf/ega)