Pohon Natal Setinggi 8 Meter di Gereja Katedral Jadi Spot Foto Favorit Jemaat

2026-02-03 19:28:30
Pohon Natal Setinggi 8 Meter di Gereja Katedral Jadi Spot Foto Favorit Jemaat
JAKARTA, – Pohon Natal setinggi sekitar delapan meter yang berdiri di area plaza Gereja Katedral Jakarta menjadi salah satu daya tarik utama jemaat dalam perayaan Natal 2025, Kamis .Sejak pagi hingga siang hari, area di sekitar pohon tersebut dipadati jemaat yang bergantian berfoto, baik sebelum maupun setelah mengikuti misa.Pantauan Kompas.com, sejak sebelum misa dimulai sejumlah jemaat sudah menyempatkan diri berhenti sejenak untuk mengabadikan momen. Mereka datang bersama keluarga, pasangan, hingga dalam rombongan kecil.Baca juga: Misa Pontifikal Natal di Katedral Jakarta Dihadiri Hingga 3.500 JemaatUsai misa, keramaian kembali terlihat ketika jemaat satu per satu mengantre untuk berfoto sebelum meninggalkan area gereja.Suasana terasa hangat dan penuh sukacita. Jemaat saling membantu mengambil gambar, mengatur posisi, hingga tertawa bersama saat mencoba berbagai sudut pengambilan foto dengan latar pohon Natal.Rina (29), jemaat asal Sawah Besar, mengaku menyempatkan diri berfoto bersama orangtuanya setelah mengikuti misa keluarga.“Setelah misa rasanya masih ingin menikmati suasana. Pohon Natalnya besar dan unik, jadi rasanya pas untuk foto keluarga,” kata Rina.Hal serupa disampaikan Abil (28), jemaat asal Gambir. Menurut dia, keberadaan pohon Natal tersebut menjadi pelengkap perayaan Natal tahun ini.“Setiap Natal ke Katedral selalu ada yang khas. Tahun ini pohon Natalnya menarik dan jadi kenangan, apalagi bisa foto bersama istri,” ujarnya.Istri Abil, Dewi (26), menilai suasana Natal di Gereja Katedral tahun ini terasa lebih meriah namun tetap sederhana.Baca juga: Misa di Katedral, Kardinal Suharyo Singgung Merosotnya Moralitas Kehidupan“Banyak jemaat yang foto-foto, suasananya hidup. Pohon Natalnya juga beda, jadi rasanya sayang kalau tidak diabadikan,” kata Dewi.Sementara itu, Agus (42), jemaat asal Cikini, mengatakan keberadaan pohon Natal membuat suasana setelah misa terasa lebih akrab.“Setelah ibadah, orang-orang tidak langsung pulang. Banyak yang berhenti, saling sapa, foto bersama. Pohon Natal ini seperti titik kumpul,” ujar Agus.Berdasarkan pengamatan Kompas.com, pohon Natal tersebut terletak di area keluar-masuk Gereja Katedral Jakarta, dekat Terowongan Silaturahim.Pohon berbentuk kerucut itu menjulang dengan balutan material alami berwarna cokelat, dihiasi pita merah, ornamen batok kelapa, serta ragam hias bernuansa Nusantara.Di sekeliling pohon, deretan tanaman hias berwarna merah dan hijau ditata rapi. Sejumlah patung boneka bernuansa budaya Indonesia turut ditempatkan di sekitarnya, menambah daya tarik visual bagi jemaat yang melintas.Baca juga: Khidmat dan Hangat, Suasana Misa Pontifikal di Gereja Katedral JakartaSelain menjadi latar foto favorit jemaat, pohon Natal setinggi delapan meter tersebut turut menambah semarak perayaan Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta.Hingga siang hari, arus jemaat yang berfoto di depan pohon Natal masih terus bergantian, menjadikannya salah satu ikon Natal di Gereja Katedral Jakarta tahun ini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-03 19:15