Natal Penuh Kebersamaan, Tokoh Lintas Agama Berkumpul di Gereja Surabaya

2026-01-11 04:20:25
Natal Penuh Kebersamaan, Tokoh Lintas Agama Berkumpul di Gereja Surabaya
SURABAYA, – Natal penuh kebersamaan terlihat di Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Citra Land, Surabaya, pada Kamis malam . Gereja yang genap berusia 18 tahun itu menghadirkan tokoh lintas agama.Perwakilan tokoh lintas agama yang hadir antara lain dari Pura Kertabumi, Vihara Kamajaya, Yayasan Pondok Pesantren Ahlishofa Walwafa, Paguyuban Pelestari Budaya Galuh Jinawi, serta Penghayat Kepercayaan Lakarsantri.Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari seluruh perwakilan lintas agama, dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Kepala Paroki Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus CitraLand, Romo Yosef Eko Budi Susilo.Baca juga: Natal 2025, Uskup Agung Semarang Ingatkan Bencana Sumatera Butuh Aksi Nyata agar Tak Terjadi LagiAcara kemudian dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya, mulai dari nyanyian pujian, tari Remo, musik medley shalawat multidimensi, hingga hadrah ishari.Ketua Bidang Kerasulan Umum Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus, Petrus Haris Setyonegoro menjelaskan bahwa kegiatan lintas agama ini dilatarbelakangi oleh panggilan gereja untuk membuka diri kepada sesama.“Latar belakangnya bahwa memang gereja itu harus membuka diri. Jadi sesuai dengan ajaran sosial gereja yang dikeluarkan melalui surat-surat ensiklik Bapak Paus. Gereja harus membuka pintu lebar-lebar untuk sesama dan masyarakat,” ujar Petrus saat ditemui Kompas.com.Baca juga: Misa Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta Selesai, Jemaat Keluar dengan TertibMenurutnya, ajaran persaudaraan sejati atau fraternity menjadi fondasi utama dalam kegiatan ini, di mana setiap manusia harus dicintai dan dihormati tanpa memandang perbedaan.Selain itu, kegiatan lintas agama juga menjadi bagian dari upaya memoderasi kehidupan beragama.“Ini juga sebagai kegiatan moderasi beragama, memberikan kesejukan kepada masyarakat dengan berkegiatan bersama antar-agama. Ini menjadi fondasi bangsa, memberikan rasa aman, nyaman, dan damai,” katanya.Petrus menegaskan, kegiatan lintas agama telah menjadi agenda rutin Paroki Santo Yakobus dan akan terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.“Ini sudah menjadi kebiasaan kami. Kalau Lebaran kami ke masjid atau pondok pesantren, saat Maulid kami diundang. Begitu juga saat piodalan di pura, kami hadir. Jadi ini relasi yang sudah terbangun,” ujarnya.Ke depan, kolaborasi lintas agama tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan perayaan, tetapi juga aksi sosial bersama, seperti penanaman pohon dan kegiatan kemanusiaan lainnya.Salah satu perwakilan umat Hindu dari Pura Kertabumi bernama Satimen, mengapresiasi kegiatan lintas agama yang digelar Gereja Katolik Santo Yakobus.“Bagus, saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Bisa bersilaturahmi, bersikap ramah, dan bertemu dengan teman-teman dari agama lain,” ujarnya. Ia menilai kegiatan seperti ini berdampak positif bagi hubungan antarumat beragama.“Positif, supaya tali silaturahmi itu berkembang,” kata Satimen.Melalui kegiatan lintas agama ini, Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Citra Land berharap nilai toleransi, persaudaraan, dan saling menghormati antarumat beragama dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.


(prf/ega)