Kata Uskup Agung Jakarta Melihat Para Kepala Daerah Ditangkap KPK

2026-02-04 06:42:24
Kata Uskup Agung Jakarta Melihat Para Kepala Daerah Ditangkap KPK
JAKARTA, - Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, menyoroti penangkapan pejabat pemerintahan, mulai dari bupati hingga gubernur yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK sepanjang 2025.Dengan ditangkapnya bupati hingga gubernur itu, Kardinal Suharyo menilai bahwa jabatan yang mereka emban tidak diwujudkan untuk kebaikan bersama."Kalau sekarang kita membaca berita-berita, melihat televisi hari-hari ini, sudah sekian kali kita membaca berita bupati ini ditangkap KPK, gubernur itu, dan sebagainya. Ini kan artinya jabatannya tidak untuk mewujudkan kebaikan bersama, dia harus bertobat," ucap Kardinal Suharyo saat konferensi pers di Gereja Katedral, di Jakarta Pusat, Kamis .Baca juga: Rentetan OTT Kepala Daerah: Mandeknya Pencegahan KorupsiPada bulan September lalu, Kardinal Suharyo pernah menyerukan bahwa bangsa ini membutuhkan pertobatan nasional."Semua, mesti bertobat. Mengembalikan cita-cita kemerdekaan kita yang terumuskan dalam Pancasila, yang terumuskan di dalam Undang-Undang Pembukaan, Undang-Undang Dasar 45, itu pertobatan nasional," jelas dia.Baca juga: OTT Kepala Daerah: Terus Menangkap atau Mulai Mencegah?Pada dasarnya, Kardinal Suharyo meminta semua pihak untuk melakukan pertobatan batin, memuliakan Allah, dan membaktikan hidup bagi Tuhan."Tuhan itu artinya bagi tanah air, bagi sesama bangsa," tuturnya.Lebih lanjut, Kardinal Suharyo mengingatkan bahwa manusia mesti berbakti kepada Allah agar dapat menjalankan amanah ketika diberi kesempatan untuk menjabat."Baktinya itu kan harus konkret ya. Jadi misalnya, siapapun yang berada di dalam posisi katakanlah jabatan-jabatan suatu lembaga, kalau dia diberi kesempatan untuk menjabat, harapannya tidak menduduki jabatan tetapi mengemban amanah," ucapnya.Mengemban amanah dan menduduki jabatan menurut Kardinal adalah hal yang sangat berbeda."Beda, ketika saya menduduki jabatan itu, saya menggunakan jabatan itu kepentingan saya sendiri. Tetapi ketika saya memangku jabatan, jabatan itu saya pangku untuk kebaikan bersama," imbuh dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bodinya juga dibuat ringan, hanya 29 gram tanpa strap, dengan rangka aluminium alloy dan satu tombol crown stainless steel untuk navigasi.Honor membekali Watch X5 dengan sertifikasi IP68 + 5ATM, sehingga aman untuk berenang maupun dipakai aktivitas outdoor.Di sektor fitur, Honor Watch X5 membawa sensor lengkap mulai dari PPG heart-rate monitor, SpO2, kompas, gyroscope, barometer, hingga accelerometer.Jam tangan ini mendukung lebih dari 120 mode olahraga, lengkap dengan fitur route recording, panduan stretching, dan voice coaching saat pengguna berlatih.Untuk kesehatan, Watch X5 menyediakan pemantauan detak jantung 24 jam, saturasi oksigen, stres, analisis tidur, hingga pelacakan kesehatan wanita. Semua data dapat dipantau melalui aplikasi Honor Health.Navigasi outdoor makin akurat berkat dukungan GNSS lima sistem (BeiDou, GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS). Konektivitasnya didukung Bluetooth 5.3 untuk panggilan telepon, serta NFC yang dapat dipakai untuk akses pintu atau pembayaran offline di wilayah tertentu.Honor Fitur lengkap Honor Watch X5.Daya tahan baterainya juga cukup panjang. Honor mengeklaim Watch X5 bisa bertahan hingga 14 hari dalam pemakaian normal, atau sekitar 5 hari jika fitur Always-On Display aktif. Pengisian daya dilakukan lewat konektor magnetik pogo-pin.Baca juga: Ini Dia Coros Pace 4, Smartwatch Ringan untuk Pelari dengan GPS Lebih AkuratFitur tambahan lainnya mencakup remote camera shutter, pemutar musik, mode Do Not Disturb, hingga mini-games.Honor Watch X5 kompatibel dihubungkan dengan smartphone Android 9.0 ke atas dan iPhone yang menjalankan iOS 13 ke atas.Jam tangan ini tersedia dalam dua warna, yaitu Phantom Black dan Moonlight White dengan tali silikon, seperti dihimpun KompasTekno dari GizmoChina.

| 2026-02-04 05:32