Pasca Galodo, Jembatan Kembar Margayasa Beroperasi Terbatas

2026-01-12 04:48:47
Pasca Galodo, Jembatan Kembar Margayasa Beroperasi Terbatas
JAKARTA, - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan pasca-bencana longsor dan galodo (banjir bandang) yang berdampak pada kerusakan Jembatan Kembar Margayasa KM 67+000 di Silaiang Bawah, perbatasan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.Penanganan difokuskan pada pengecekan menyeluruh struktur jembatan serta penguatan tebing Sungai Batang Anai untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan konektivitas jalur nasional Padang–Bukittinggi.Baca juga: Jembatan Bailey Dipasang di Melalak, Konektivitas Sicincin-Bukittinggi Pulih Januari 2026"Pasca-kejadian banjir bandang, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat telah melakukan pengecekan awal struktur Jembatan Kembar Margayasa,” ujar Kepala Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) Elsa Putra Friandi dalam rilis, Minggu .Berdasarkan hasil evaluasi, tidak terjadi penurunan kondisi struktur jembatan setelah banjir, namun perlu dilakukan proteksi terhadap oprit dan pilar jembatan yang tergerus arus banjir.Untuk sementara, jembatan dioperasikan dengan skema terbatas, di mana sisi A dibuka untuk lalu lintas, sementara sisi B ditutup sementara guna mendukung proses inspeksi dan pengamanan struktur.Elsa menambahkan, pengecekan struktur jembatan melibatkan tim ahli struktur dari PT Hutama Karya Infrastruktur atau HKI, dan Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Direktorat Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU, BPJN Sumatera Barat juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).Baca juga: Akhirnya, Jembatan Bailey di Bireuen Tuntas DibangunInspeksi dilakukan secara komprehensif terhadap seluruh komponen jembatan, meliputi pondasi, pilar, abutmen, gelagar, hingga lantai jembatan yang berpotensi terdampak arus deras dan material longsoran.'Selain itu, tim juga menilai stabilitas tanah di sekitar pilar dan abutment untuk memastikan tidak terjadi penurunan atau pergeseran yang membahayakan,” tambah Elsa.Kepala Proyek HKI Fathoni mengatakan, seiring dengan pengecekan struktur, Kementerian PU juga melakukan penanganan penguatan tebing Sungai Batang Anai di sekitar jembatan.Upaya ini meliputi pembersihan sedimen dan material sisa banjir bandang serta pemasangan geobag sebagai langkah darurat untuk menahan erosi dan mencegah gerusan lebih lanjut pada tebing sungai yang dapat mengancam pondasi jembatan.Baca juga: Tersisa Satu Titik Pemasangan Jembatan Bailey di Padang Pariaman“Kami fokus memastikan oprit jembatan terlindungi dari gerusan sungai. Pembersihan sedimen dan pemasangan geobag menjadi  langkah awal agar struktur di sekitar jembatan tetap aman,” ujar Fathoni.Saat ini, akses jalan di kawasan Jembatan Kembar Margayasa sudah kembali bersih dan dapat dilalui setelah sebelumnya tertutup material banjir bandang.Untuk mendukung pemulihan jalur darat di kawasan Lembah Anai, kendaraan roda dua dan roda empat jenis minibus diizinkan melintas pada pukul 17.00 WIB hingga 08.00 WIB, dengan pengaturan lalu lintas dan pengawasan ketat dari petugas di lapangan.Baca juga: Mudah Dibongkar Pasang, Seperti Apa Komponen Jembatan Bailey?Kementerian PU terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat penanganan pascabencana, dengan tetap mengedepankan keselamatan pengguna jalan.Hasil pengecekan struktur jembatan akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, baik berupa penguatan tambahan maupun perbaikan permanen, demi memastikan Jembatan Kembar Margayasa dapat kembali berfungsi optimal sebagai penghubung utama Padang–Bukittinggi.


(prf/ega)