Purbaya Ucapkan Selamat Natal, Ajak Perkuat Solidaritas dan Optimisme Bangsa

2026-02-04 05:18:49
Purbaya Ucapkan Selamat Natal, Ajak Perkuat Solidaritas dan Optimisme Bangsa
JAKARTA, - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal kepada seluruh keluarga besar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan masyarakat Indonesia yang merayakan. Dalam pesannya, Purbaya berharap perayaan Natal membawa kedamaian dan sukacita bagi semua. Ia menekankan bahwa Natal menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai kasih dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Semoga kedamaian dan sukacita Natal menyertai kita,” ujar Purbaya dalam akun Instragram @menkeuri pada Kamis . Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian khusus kepada saudara-saudara yang terdampak musibah banjir di Sumatera. Baca juga: Reli Akhir Tahun Dimulai, Wall Street Pecahkan Rekor Jelang Natal Menurutnya, doa dan dukungan nyata menjadi wujud solidaritas yang penting dalam menjaga ketahanan sosial bangsa. “Semangat Natal adalah semangat kasih dan kepedulian. Mari kita sejenak menundukkan kepala, mendoakan dan memberikan dukungan terbaik bagi saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” jelasnya. Lebih lanjut, Purbaya menilai solidaritas sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, baik sosial maupun ekonomi. Di tengah berbagai tantangan, ia berharap semangat Natal dapat menumbuhkan kembali optimisme bersama. Ia menyebut semangat harapan Natal sebagai lentera yang menerangi langkah masyarakat ke depan. Baca juga: Hampir 1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Jelang Natal 2025 Menutup pesannya, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia merupakan rumah besar yang dibangun atas dasar saling menghormati, gotong royong, dan persaudaraan. Ia mengajak masyarakat menjadikan semangat Natal sebagai energi untuk terus berkontribusi, memperkuat persatuan, dan menyebarkan kebaikan, sekaligus menyambut tahun baru dengan semangat baru. "Selamat Natal dan selamat menyabut tahun baru dengan penuh semangat baru. Tuhan berkati," tandasnya. Baca juga: Rupiah Menguat Jelang Libur Nataru, Naik 0,13 Persen ke Level Rp 16.765 per Dollar AS


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 03:45