Laporan Liputan6.com dari Cina: Era Robot di Depan Mata, Indonesia Harus Siap Belajar

2026-01-12 04:18:35
Laporan Liputan6.com dari Cina: Era Robot di Depan Mata, Indonesia Harus Siap Belajar
Jakarta - Cina kini tak dapat dibantah sebagai penguasa teknologi dan industri robotik. Saat ini, jumlah perusahaan robot di negeri tirai bambu lebih dari 1,022 juta perusahaan.Provinsi Guangdong menjadi pusat terbesar dengan lebih dari 194 ribu perusahaan, termasuk kota Shenzhen yang kini memiliki 74.032 perusahaan robotik dan menjadi magnet inovasi.Jurnalis Delvira Hutabarat, berkesempatan melihat langsung robot buatan dari perusahaan Leju Robot, di Shenzhen, China pada akhir November 2025.AdvertisementKami berkenalan dengan robot manusia bernama Kuavo. Robot humanoid itu mencetak sejarah di ajang 15th National Games of China. Pada tanggal 2 November 2025 di Shenzhen, Kuavo menjadi pembawa obor dalam upacara relai obor, lalu berlari sekitar 100 meter sambil memegang obor seberat 1,6 kilogram.Dengan teknologi 5G-Advanced (5G-A), Kuavo bergerak dengan postur dan kecepatan yang menyerupai manusia.Kami diperkenakan bersalaman, saling menyapa dengan melambai tangan, dan menerima botol air dari rangan robot tersebut. Kuavo juga menunjukkan secara langsung kebolehannya dalam berlari. Wow sungguh pengalaman perdana melihat robot manusia yang menakjubkan.Sebagai informasi, Kuavo disebut mampu berlari 7 km/jam, melompat 20 cm, dan telah digunakan oleh perusahaan otomotif besar seperti NIO, BAIC, FAW Hongqi, dan BYD.Bagi China, keberhasilan di duni robot dan teknologi diperkuat oleh ekosistem industri yang lengkap, mulai dari komponen inti hingga produksi massal, serta ketersediaan tenaga riset lewat sistem pendidikan vokasi dan kolaborasi universitas–industri.China disebut tidak hanya mengandalkan pasar, melainkan lewat strategi kebijakan yang agresif. Pemerintah Shenzhen meluncurkan Rencana Aksi Robot Cerdas 2025–2027, yang mendukung riset teknologi inti seperti AI model besar, chip komputasi tepi, dan tangan bionik.Pemerintah bahkan menyediakan voucher komputasi untuk pelatihan AI, dan menargetkan lahirnya lebih dari 10 perusahaan bernilai di atas 10 miliar yuan sebelum 2027.Sementara di tingkat provinsi, Guangdong memberi subsidi hingga 50 juta yuan untuk proyek teknologi strategis dan insentif khusus bagi perusahaan inovatif. Untuk tingkat nasional, pemerintah China mendorong kerja sama kampus–industri dan riset komponen inti untuk mempercepat substitusi produk impor.


(prf/ega)